SuaraMalang.id - Original Soundtrack film KKN di Desa Penari berjudul 'Dhat' banyak dibicarakan seturut dengan populernya film horror fenomenal itu. Lagu yang kental dengan aransemen Jawa dan kesan mistis itu dinyanyikan oleh Kinanti.
Kinanti adalah penyanyi asal Malang, Jawa Timur. Kinanti adalah nama lain dari penyanyi solo RnB, Madukina.
Madukina menjelaskan, untuk menyanyikan lagu itu dia menamai dirinya Kinanti. Kinanti adalah wujud alter ego atau sisi lain dari Madukina.
"Dhat itu artinya Roh Suci. Aku senang banget dengan proyek ini. Aku bisa melihatkan sisi lain dari Madukina yang orang lain tidak tahu aku bisa nyinden dan berasal dari Gunung Kawi," kata dia, Jumat (20/5/2022).
Solois yang pernah menjadi backing vocal, Sal Priadi itu menambahkan, dia sengaja merubah namanya karena selama ini lagu-lagunya dikenal dengan musik Lo-fi dan RnB.
Di mini album sebelumnya, sebut saja judul 'Peach' dan 'Crystal Ball', musik Madukina kental akan musik RnB dan Lo-finya. Lirik lagu pun menggunakan Bahasa Inggris.
Sementara di lagu 'Dhat', Madukina harus menyisihkan itu semua. Dia harus menunjukan skill nyinden sekaligus musik yang samasekali berbeda dengan lagu-lagu yang dibawakan sebelumnya.
"Ya memang berbeda dengan lagu sebelumnya. Ini (Kinanti) merupakan alter ego dari Madukina," kata Madukina.
Lirik Dhat sendiri ditulis Madu dengan ayahnya. Lirik Dhat terinspirasi dari upacara adat tempat asalnya di daerah Gunung Kawi, Malang.
Baca Juga: KKN di Desa Penari Jadi Film Indonesia Terlaris, Tissa Biani Sempat Terpuruk Gegara Ini
"Lagu Dhat itu intinya menceritakan tentang roh suci. Terus apakah ada hubungannya dengan Gunung Kawi? Tidak ada kalau di liriknya. Liriknya secara general aja upacara Among-among sih kayak selametan gitu,"
Madu pun tidak kesusahan menyanyikan dengan gaya nyinden di lagu Dhat. Dia mengaku skill menyinden sudah didapatnya sejak kecil.
"Sinden aku tidak latihan. Aku sudah dekat sekali dengan sinden sejak kecil. Bapak aku pegiat seni tradisional, bunda aku sering ngajarin aku nyinden. Justru dari kecil aku nyanyi lagi-lagu Jawa dulu" tuturnya.
Lagu 'Dhat' sendiri saat didengarkan kental akan hal mistis. Madukina mengaku tidak merasakan hal mistis.
Dia berkata, kalau terjadi hal mistis, dia pun tidak kaget. Sebab, sejak kecil dia sudah dekat dengan hal yang berbau mistis.
"Eh kayaknya kesan mistis enggak ada ya, mungkin dari kecil ya aku dekat dengan itu. Kalau sesuatu terjadi seperti ktu aku gak yang kaget. Karena sebenarnya aku lebih takut sama manusia daripada sama hantu," jelasnya.
Terakhir, dia menceritakan, kesempatan menyanyikan lagu KKN di Desa Penari ini berawal dari seseorang bernama Ivan menghubunginya.
"Aku di-reachout ada namanya kak Ivan tahun 2019 lalu. Dia tahu aku bisa nyinden kan. Aku dihubungi terus dibilang mengisi soundtrack OST KKN Desa Penari," tutupnya.
Kontributor : Bob Bimantara Leander
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Jadwal Imsak Kota Malang Kamis 26 Februari 2026, Kapan Batas Akhir Sahur?
-
CEK FAKTA: Kemenag Maksimalkan Zakat untuk Program MBG, Benarkah?
-
Jadwal Buka Puasa Kota Malang Hari Ini, Rabu 25 Februari 2026
-
Jadwal Imsakiyah Malang Rabu 25 Februari, Lengkap dengan Penjelasan Makan Setelah Imsak
-
CEK FAKTA: Anggaran MBG Ditransfer ke Rekening Orang Tua Rp 300 Ribu Per Bulan, Benarkah?