SuaraMalang.id - Perang di Ukraina masih terus berkecamuk sampai sekarang. Rusia dan Ukraina masih terus berbalas serangan mematikan.
Nah, berikut ini merupakan rangkuman berita terkini tentang invasi yang disebut sebagai 'operasi militer' Rusia di Ukraina dalam sepekan terakhir.
- Sejumlah ledakan terdengar pada Senin dini hari di Kherson dan Odesa di selatan, sementara sirene serangan udara terdengar di wilayah timur.
- Gubernur Donetsk di wilayah timur pada Minggu mengatakan pengeboman oleh Rusia terus terjadi siang dan malam. Pengeboman di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, menewaskan tujuh orang, kata kantor jaksa setempat.
- Pengeboman berat terus menghantam Mariupol ketika pasukan Rusia berusaha merebut kota pelabuhan itu, kata intelijen militer Inggris.
- Ukraina mengatakan 50 dari 300 mayat, yang ditemukan setelah Rusia menarik pasukannya dari Bucha di barat daya ibu kota Kiev, adalah korban pembunuhan ekstra yudisial yang dilakukan tentara Rusia.
- Citra satelit memperlihatkan sebuah parit sepanjang 14 meter di lahan sebuah gereja di mana kuburan massal ditemukan.
- Rusia mengatakan dugaan "kejahatan" oleh tentaranya di Bucha adalah "provokasi". Moskow mengatakan tak seorang pun penduduk di sana menderita.
- Sebuah kelompok HAM terkemuka mengaku telah mendokumentasikan "kejahatan perang yang jelas" oleh pasukan Rusia.
- Ukraina mengatakan pihaknya menemukan 410 mayat di kota-kota sekitar Kiev dan menyerukan sebuah penyelidikan oleh Mahkamah Pidana Internasional. Prancis dan Inggris mengatakan mereka akan mendukung penyelidikan itu.
- Jerman mengatakan Barat sepakat untuk menjatuhkan lebih banyak sanksi pada Rusia dalam beberapa hari ke depan. Menteri pertahanan Jerman mengatakan Uni Eropa harus membahas penghentian impor gas Rusia.
- Rusia mengatakan pihaknya meminta agar Dewan Keamanan PBB menggelar sidang karena Moskow menilai Ukraina berusaha mengganggu perundingan damai dengan "provokasi" tentang Bucha.
- Rusia akan mencapai tujuan "operasi militer khusus" di Ukraina dan berharap Moskow dan Kiev akhirnya dapat menandatangani sejumlah perjanjian damai, kata Kremlin seperti dikutip kantor berita Inferfax.
- Ukraina menuntut adanya sanksi-sanksi baru dari Barat kepada Rusia atas apa yang mereka sebut sebagai "pembantaian" di Bucha.
- "Saya mengenali dia dari sepatu sneakers-nya, celananya. Dia seperti dimutilasi, tubuhnya dingin," kata Tetyana Volodymyrivna, seorang warga Bucha, menggambarkan kondisi suaminya.
Tag
Berita Terkait
-
Citra Satelit Perlihatkan Kuburan Massal Di Lahan Gereja, Ukraina Tuding Rusia Lakukan Pembantaian Massal Di Kota Bucha
-
Perang Ukraina Bangkitkan Trauma Penyintas Perang Dunia Kedua di Jerman
-
Krisis Ukraina dan Peningkatan Kasus COVID-19 Sebabkan Produksi Pabrik Asia Melambat
-
Peluang Hadapi Timnas Indonesia, Rusia Berencana Tinggalkan UEFA untuk Gabung AFC
-
Bertemu Wakil Menlu Ukraina, Menlu Retno Ungkap Rencana Indonesia Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bagi Korban Perang
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Danantara Housing Expo 2026, BRI Dorong Kepemilikan Rumah Bagi Masyarakat
-
Kuli Bangunan Pretheli 17 Tower Telekomunikasi di Malang
-
BRI Peduli Dorong Kesehatan Ibu dan Anak melalui Program Desa Brilian 1000 HPK
-
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing untuk Taklukkan Bara di Gunung Bromo
-
Bekali Kewirausahaan dan Literasi Keuangan, BRI Siapkan PMI di Taiwan Bangun Usaha Mandiri