Warga berbondong-bondong mengambil air di sumber mata air penawar, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. [Suara.com/Achmad Hafid Nurhabibi]
Bertahun-tahun banyak dikunjungi, akhirnya sekitar tahun 1981 M didirikan sebuah masjid Baitul Muttaqin tepat di areal mata air penawar.
Sebelum berdiri, Kyai Hasan Kalipuro saat itu menancapkan sebuah petok sebagai tanda cikal bakal berdirinya masjid.
Beberapa tahun setelah itu, Kyai Abdul Hamid mulai mendirikan masjid dengan konsep arsitektur jaman dulu.
"Dulu disini masih alas (hutan)," ungkap Mustofa.
Hasil sedekah tanpa tarif minimum di mata air penawar, kemudian dikelola untuk merenovasi masjid Baitul Muttaqin. Kekinian masjid tersebut mengalami perombakan total di tahun 2009 lalu.
"Sekitar 70 persen pembangunan masjid diambilkan dari kotak amal itu," cetus juru kunci sumber mata air penawar.
Kontributor: Achmad Hafid Nurhabibi
Berita Terkait
Terpopuler
- Jari Buntung Usai Caesar di RS Islam Pondok Kopi, Pasien BPJS Tolak Kompensasi Rp275 Juta
- Driver Ojol yang Dilindas Rantis Polisi di Pejompongan Tewas!
- FC Twente Suntik Mati Karier Mees Hilgers: Dikasih 2 Pilihan Sulit
- Driver Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Brimob Bernama Affan Kurniawan
- Innalillahi! Pengemudi Ojol yang Dilindas Mobil Rantis Brimob Meninggal Dunia
Pilihan
-
Affan Kurniawan Dilindas Brimob, Raksasa Liga Prancis Suarakan Keadilan
-
Jurnalis Surabaya Jadi Korban Ricuh Demo di Depan Gedung Negara Grahadi
-
3 Rekomendasi HP Xiaomi Rp 2 Jutaan RAM 8 GB, Lebih Lancar Ngegame
-
Investor Panik Buat IHSG Rontok di 7.830, Isu Keamanan Domestik jadi Sorotan
-
Pekerja Kawasan Sudirman Diminta Pulang Cepat Imbas Demo Beruntun
Terkini
-
BRI Dorong Pembiayaan UMKM dan ESG untuk Wujudkan SDGs Indonesia
-
BRI Hadirkan Fitur Reaktivasi Rekening Dormant di BRImo Tanpa Biaya, Begini Caranya
-
Meluncur, Mandiri Duta Bio Energi Card: Sinergi Transaksi Mudah dan Gaya Hidup Sehat
-
BRI Raih Kehati ESG Award 2025, Tegaskan Komitmen Jangka Panjang Keberlanjutan
-
Demi UMKM Naik Kelas, BRI Salurkan Pembiayaan Senilai Rp1.137,84 Triliun