Muhammad Taufiq
Postingan Gilang Widya Pramana dan keluarganya [Foto: Tangkapan layar Instagram]

SuaraMalang.id - Ada sejumlah berita yang ramai jadi sorotan publik kemarin, Selasa (15/03/2022). Mulai dari berita banjir di sejumlah daerah, mulai dari Malang, Lumajang sampai Jember.

Di Malang banjir bandang menerjang permukiman warga Desa Mangliawan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Banjir merendam permukiman warga. Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto menyebut ada sekitar 80 lebih rumah terdampak banjir akibat hujan lebat kemarin, Senin (14/3/2022).

Dari 80 lebih runah yang terendam banjir itu, sebagian besar perabotan rumah tangganya sudah tidak layak digunakan lagi.

"Hari ini sedang kami inventarisir 80 rumah itu hampir semuanya material rumah tangga habis. Satu tempat tidur hampir 50 sampai 60 milik warga habis. Terus ada kompor yang tidak berfungsi juga ada," ujarnya.

Baca Juga: Ditanya Soal Pabrik MS Glow yang Ilegal, Shandy Purnamasari: Gak Bener

Banjir juga melanda kawasan Lumajang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat sempat menurunkan tim reaksi cepat untuk mengevakuasi korban terjebak banjir.

Dua korban lansia yang sedang sakit terjebak di rumahnya Desa Sidorejo. Tim Reaksi Cepat (TRCBPBD) segera mengangkutnya dari rumah.

Berita lain soal prostitusi online. Sebanyak 18 wanita pekerja seks komersial (PSK) tersebut terjaring dalam operasi Satpol PP selama bulan Februari 2022 lalu.

Operasi tersebut bermula dari laporan masyarakat sekitar dan juga salah satu keterangan PSK yang terjaring operasi di salah satu indekos harian di Kecamatan Kedungkandang akhir Januari 2022 lalu.

"Berdasarkan laporan masyarakat dan juga keterangan PSK atau tersangka yang terjaring itu, kami kembangkan dan mendapatkan 18 PSK yang diduga melakukan Open BO melalui MiChat," tutur Kabid Trantibum Satpol PP Kota Malang, Rahmat Hidayat dikonfirmasi, Selasa (15/3/2022).

Baca Juga: Heboh! Warganet Temukan Foto Terbaru Penampakan Jet Pribadi Juragan 99, Kini Tanpa Tulisan 'J99' dan 'MS Glow'

Rahmat menjelaskan, berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP) dan penggerebekan, 18 wanita itu memang diduga kuat melakukan transaksi prostitusi online lewat MiChat.

Komentar