Scroll untuk membaca artikel
Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Kamis, 03 Februari 2022 | 20:17 WIB
Kondisi tembok belakang kantor Kecamatan Blimbing Kota Malang yang ambruk hingga menewaskan seorang warga, Kamis (3/2/2022). [Suara.com/Bob Bimantara Leander]

"Tapi dari pihak kecamatan sama Dinkes apa bilang gak boleh kalau gak ada alat medisnya mobilnya. Padahal sudah berdarah-darah ini," tutur dia.

Tubuh Karlinah yang terluka parah kurang lebih satu jam setengah menunggu ambulans yang tak kunjung datang.

"Akhirnya jam 16.30 mobil ambulans datang padahal sudah lemes ibunya," kata dia.

Setelah dibawa rumah sakit, Heru pun mendapat kabar bahwa Karlinah dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga: Penularan Covid-19 di Kota Malang Tembus 122 Kasus Dalam Sehari, Dipicu Klaster Perkantoran

Heru menuturkan, korban memang sering melintasi kawasan Jalan Teluk Etna untuk berjualan nasi.

"Biasanya sampai tiga kali atau gak ke rumah saudaranya begitu," tutur dia.

Hingga kini tembok pun belum terlihat dibersihkan. Terlihat pula sandal milik Karlinah yang tertinggal di tengah puing tembok yang runtuh.

Terpisah Camat Blimbing Ariadi Wardoyo membenarkan kondisi Karlinah tidak tertolong.

"Iya meninggal kami juga bersedih karena memang bencananya luar biasa hujannya lebat," tutup dia.

Baca Juga: Januari 2022, Inflasi di Kota Malang Dipicu Kenaikan Harga Mobil

Kontributor : Bob Bimantara Leander

Load More