SuaraMalang.id - Kasus perdagangan pupuk bersubsidi secara eceran dan ilegal di bongkar kepolisian. Praktik ini dilakukan sebuah toko di Kecamatan Jombang Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Pemiliknya memperdagangkan pupuk bersubsidi secara eceran tanpa mengantungi izin sebagai distributor resmi. Oleh sebab itu, masyarakat pun mempertanyakan penyelidikan kasus tersebut kepada kepolisian.
Seperti disampaikan Kukuh Ramadan dari organisasi non pemerintah Satya Galang Indonesia, dalam rapat dengar pendapat di ruang Komisi B DPRD Jember, Rabu (2/2/2022).
"Kami mencoba membeli pupuk NPK bersubsidi pada 16 Januari 2022. Ternyata bisa dengan harga eceran Rp 5.500 per kilogram. Pupuk phonska dijual Rp 5 ribu per kilogram. Kami beli masing-masing tujuh kilogram," katanya seperti dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com.
Normalnya, kata dia, pupuk bersubsidi dijual untuk kelompok tani sesuai kuota yang tercantum dalam RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). Kukuh sempat mengatakan, jika bukan warga setempat.
"Kami warga jauh. Apa boleh beli di sini? Menurut keterangan pemilik toko tersebut, siapa saja boleh beli di sini asalkan tidak membeli karungan. Harus eceran," katanya.
Dari hasil penelusuran Kukuh, pupuk yang diperdagangkan di toko itu dibeli dari sejumlah kios di Kecamatan Puger. "Dan diperjualbelikan di toko itu," kata Kukuh.
Ingin mempertegas adanya pelanggaran aturan, Kukuh membeli kembali masing-masing 10 kilogram pupuk NPK dan phonska sehari kemudian, 17 Januari 2022.
"Lima belas menit setelah kami keluar dari toko tersebut, toko tersebut didatangi polisi rombongan. Informasi dari tetangga, benar memang polisi menggeledah toko itu dan membawa dua orang beserta barang buktinya. Kami tidak tahu berapa jumlah barang buktinya," katanya.
Baca Juga: Cewek Cantik Ini Ikut Diringkus Dalam Pesta Narkoba di Jember, Sempat Mau Kabur
Dua orang yang dibawa ke Markas Kepolisian Resor Jember adalah anak pemilik toko dan pegawainya. "Kami mau melaporkan temuan itu. Tapi berhubung kepolisian sudah mendahului, ya sudahlah. Yang penting sudah diatasi kepolisian," kata Kukuh.
Kukuh meminta agar pengawasan distrubusi pupuk lebih teliti. "Petugas penyuluh lapang agar lebih tegas dan bertanggung jawab, karena kami menemukan di wilayah Kecamatan Jombang banyak penyimpangan. Banyak permainan dari oknum di lapangan," katanya.
"Masih banyaknya kebocoran, menjual pupuk bersubsidi di atas harga eceran tertinggi maupun ilegal. Dinas Perindustrian dan Perdagangan agar lebih tegas lagi," ujarnya.
"Kami berterima kasih tindakan kepolisian. Tapi baru-baru ini saya dapat informasi bahwa dua orang tersebut sudah bebas dan barang bukti sudah dipulangkan," kata Kukuh menambahkan.
Kepala Kepolisian Sektor Jombang Ajun Komisaris Kusmiyanto mengatakan, saat ini masih tahap penyelidikan. Menurut dia proses pengusutan kasus tersebut panjang.
"Tidak seperti beli ayam di pasar. Proses penyidikan perkara sangat panjang, sesuai aturan-aturan dalam KUHAP, KUHP, maupun undang-undang lain," katanya.
Berita Terkait
-
Cewek Cantik Ini Ikut Diringkus Dalam Pesta Narkoba di Jember, Sempat Mau Kabur
-
DPR Minta Kementan Benahi Data Petani Penerima Pupuk Bersubsidi
-
Dua Pemilik Kios Pupuk di Tangerang Dibekuk, Selewengkan Pupuk Bersubsidi Hingga Sebabkan Kerugian Negara Rp30 Miliar
-
5 Rekomendasi Tempat Wisata yang Hits di Jember
-
Bareskrim Polri Tangkap Pelaku Penyelewengan Pupuk Bersubsidi yang Rugikan Petani dan Negara Rp 30 Miliar
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
131 Lokasi Serentak, BRI KKB National Expo Perkuat Akses Pembiayaan Kendaraan dan Raih Rekor MURI
-
Petaka Cemburu Buta di Kamar Asrama: Mahasiswa Kesehatan di Malang Habisi Nyawa Sahabat Sendiri
-
Arjuno-Welirang Membara! Pendakian Ditutup Total Usai Api Kepung Puncak Kembar 2
-
5 Santri di Malang Jadi Korban Kekerasan Seksual Pengajarnya Sendiri
-
Efek Candu Healing: Pajak Hiburan Kota Batu Tembus Rp35 Miliar, Rekor Baru di Depan Mata