SuaraMalang.id - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) terus mengawal jalannya proses hukum dugaan kasus kekerasan seksual dan kekerasan fisik di SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI), Kota Batu, Jawa Timur.
Sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya telah menolak praperadilan yang diajukan tersangka JE selaku pendiri Sekolah SPI tersebut, pada Senin (24/1/2022).
Terkini, Komnas PA berharap polisi mengusut tuntas peran Kepala SMA Selamat Pagi Indonesia yang disinyalir turut serta melakukan kejahatan bersama JE.
Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mendatangi Polres Batu bersama perwakilan Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Kota Batu, Selasa (25/1/2022).
"Tindakan kekerasan fisik kepada para korban bukan hanya dilakukan oleh tersangka JE saja, namun Kepala Asrama dan Kepala Sekolah SMA SPI juga. Sebab itu, kami datang ingin tahu sejauh mana penanganan laporan terkait masalah tersebut," kata Arist seperti diberitakan Suarajatimpost.com.
Sebelumnya pada 15 November 2021 beberapa organisasi kemasyarakatan (Ormas) seperti Pemuda Pancasila dan Repdem melakukan pengaduan masyarakat (Dumas) atas keterangan korban dan saksi pemukulan atau kekerasan fisik di SMA SPI Kota Batu.
Ditemui langsung oleh Kasat Reskrim Polres Batu diruang kerjanya, Arist menyatakan sikap puas atas kinerja dan respon positif dari pihak penyidik Satreskrim Polres Batu.
"Para penyidik bertindak sistematis, sangat berhati-hati dan penuh tanggung jawab. Kami senang mendengar bahwa penyidik dalam waktu dekat akan melengkapi proses penyelidikan untuk masuk pada penyidikan," ujar Arist.
Satu saksi kunci, dikatakan Arist, akan segera dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polres Batu demi kelengkapan data dan alat bukti untuk melanjutkan proses selanjutnya.
Baca Juga: Gugatan Praperadilan Bos SMA SPI Kota Batu Ditolak, Tersangka Kekerasan Seksual Belum Ditahan
"Kami sudah berkomunikasi dengan Pak Yussi terkait saksi kunci ini. Beliau pro aktif dan langsung mengambil tindakan tegas tadi," imbuhnya.
Ditempat yang sama, Yussi mengatakan bahwa lama tidaknya proses penyelidikan tergantung kepada alat bukti dan data yang ada.
"Kami tetap memberikan integritas terbaik untuk semua masyarakat yang melakukan laporan. Karena sekarang (alat bukti dan data, red) sudah hampir lengkap, maka segera akan lanjut kepada penyidikan begitu lengkap," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Raih Empat Penghargaan Pada 2026, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun
-
Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba
-
Kakek Pembuang Puntung Rokok Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang
-
Emil Dardak Turun Tangan! Akankah Bus Transjatim Akhirnya Tembus Terminal Arjosari?
-
Bantai Landak Jawa Pakai Senapan Modifikasi, Dua Pemburu Liar Diciduk di Hutan Malang