Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Taufiq
Selasa, 04 Januari 2022 | 19:10 WIB
Covid-19 varian Omicron. [Dok.Antara]

SuaraMalang.id - Varian Omicron mengganas di Thailand. Varian Covid-19 itu sampai sejauh ini telah menginfeksi 2.062 orang. Demikian disampaikan Pejabat Kementerian Kesehatan Supakit Sirilak saat konferensi pers.

Angka itu naik dari 740 kasus sebelum liburan. Sementara itu untuk data kasus Covid-19 sendiri, sampai saat ini sebanyak 2,2 juta orang di negeri Gajah Putih itu telah terinfeksi dengan kasus kematian mencapai 21.750.

Kementerian Kesehatan Thailand bahkan sampai mendesak warganya agar disuntik vaksin booster COVID-19 setelah kasus varian Omicron yang sangat menular naik lebih dari dua kali lipat selama masa liburan.

Otoritas kesehatan memperingatkan risiko lonjakan kasus pascaliburan ketika masyarakat bepergian dan berkumpul di restoran.

Baca Juga: Covid-19 di India Kembali Melonjak, Tembus 37 Ribu Kasus Baru Dalam 24 Jam

"Sebanyak 1.105 kasus Omicron berasal dari warga negara asing (WNA) dan sisanya dari kontak mereka," katanya.

Thailand telah memberikan dua dosis vaksin kepada 64,1 persen dari sekitar 72 juta populasi, menurut data pemerintah. Sementara, para pejabat mengatakan baru 9,8 persen populasi yang mendapatkan vaksin booster.

"Silakan dapatkan vaksin booster di rumah sakit terdekat Anda," kata Opas menambahkan bahwa siapa pun yang sudah menerima dosis kedua sebelum November bisa disuntik booster.

"Dosis keempat akan diberikan kepada petugas medis, pekerja lini terdepan dan kelompok berisiko minimal tiga bulan setelah dosis ketiga," katanya.

Khawatir oleh penyebaran Omicron, Thailand bulan lalu menghentikan sementara skema perjalanan "Test & Go", yang memungkinan WNA penerima vaksin lolos karantina.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Varian Omicron di Seluruh Dunia Naik, Indonesia Tidak Boleh Lengah

Menurut seorang pejabat, orang-orang yang telah terdaftar dalam skema tersebut harus tiba di Thailand sebelum 10 Januari. ANTARA

Load More