SuaraMalang.id - Pemerintah Kota Malang memastikan warga yang mengaku buta usai disuntik Vaksin AstraZeneca telah didampingi secara maksimal. Tidak benar tudingan bahwa pemerintah mengabaikan keluhan warganya tersebut.
Diberitakan sebelumnya, viral unggahan akun media sosial Facebook Titik Andayani mengabarkan bahwa kondisi mata suaminya buta pasca menerima vaksinasi jenis AstraZeneca, pada 3 September 2021 lalu.
Pemilik akun Titik Andayani juga menuding Pemerintah Kota Malang tidak peduli dengan keluhannya. Hal itu dibuktikan dengan pesan langsung yang dialamatkan ke akun Wali Kota Malang Sutiaji dan istrinya, namun tak kunjung mendapatkan respon balik.
Menyikapi itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr. Husnul Muarif menyatakan, warga yang mengaku buta akibat vaksinasi telah mendapatkan pendampingan.
“Pendampingan sudah dilakukan ke rumah sakit rujukan, ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) juga sudah kita dampingi kontrol juga kita dampingi. Untuk biaya kita upayakan mendapatkan BPJS,” katanya, mengutip dari Beritajatim.com jejaring media Suara.com, Rabu (1/12/2021).
Selain Dinkes, lanjut Husnul, sejumlah pihak juga turut membantu proses penyembuhan warga bersangkutan.
“Kalau di Dinkes kita dampingi saat kontrol ke RSSA. Tentu dari pihak lain juga membantu,” sambungnya.
Kekinian, kondisi warga diketahui bertempat tinggal di Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang telah berangsur membaik.
Dijelaskan dr. Husnul, pasien tersebut tidak mengalami kebutaan secara total, hanya pandangan buram.
Baca Juga: Benarkah Warga di Kota Malang Buta Setelah Disuntik Vaksin AstraZeneca?
“Kalau total tidak, jadi kayak (seperti) buram (pengihatan) kalau lihat sedikit bisa. Itu di awal-awal. Itu kasus lama sudah September lalu sudah ditindak lanjuti dan banyak kemajuannya. Sampai saat ini belum bisa dipastikan (karena vaksin),” papar Husnul.
Husnul menambahkan, kasus tersebut sudah dilaporkannya kepada Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
“Kita juga belum dapat informasinya, cuma sudah kita laporkan ke Komisi Daerah KIPI. Insya Allah baru ini (kasus kebutaan akibat vaksin di Kota Malang). Kondisi (pasien) saat ini sudah banyak kemajuannya,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
Terkini
-
Mayat Tanpa Busana Mengambang di Sungai Blobo Malang, Identitas Korban Masih Misteri
-
Polresta Malang Ciduk 20 Tersangka Narkoba, Sita 1,3 Kilogram Sabu-sabu
-
Jadwal Buka Puasa Kota Malang, Sabtu 28 Februari 2026
-
Jadwal Imsakiyah Kota Malang Sabtu 28 Februari 2026
-
Polres Malang Sikat 3 Kg Bubuk Mercon di Poncokusumo, Seorang Pelaku Ditangkap