SuaraMalang.id - Sama-sama memiliki dampak pada gangguan mental dan fisik, banyak orang menganggap kalau cemas dan stres itu sama. Padahal sebenarnya berbeda.
Para ahli mengatakan, stres sebagian besar berasal dari faktor eksternal. Sedangkan kecemasan (anxiety) lebih internal. Hal ini seperti isampaikan Psikolog klinis India dan pendiri Talk To Me, Narendra Kinger.
Ia mengatakan meskipun seseorang dapat memicu timbulnya stres dari dalam diri sendiri melalui self-talk negatif, sikap pesimis, atau kebutuhan untuk perfeksionisme, namun tetap lebih banyak berasal dari faktor eksternal.
"Terlalu banyak tanggung jawab atau proyek kerja berisiko tinggi biasanya dapat memicu respons stres. Kecemasan, di sisi lain, sebagian besar bersifat internal dan tergantung pada bagaimana Anda bereaksi terhadap stres," ujar Kinger dilansir Indian Express, Minggu (14/11/2021).
Pada banyak kasus, seseorang yang telah berhasil menghilangkan masih memungkinkan untuk merasa kewalahan atau tertekan. Perasaan inilah yang disebut sebagai kecemasan.
"Ini adalah reaksi atau respons yang berlebihan terhadap situasi tertentu. Jika kekhawatiran dan kesusahan yang Anda rasakan dalam situasi tertentu tidak biasa, berlebihan, atau berlangsung lebih lama daripada kebanyakan orang lain, itu mungkin kecemasan bukan stres," kata Kinger.
Dr Karthiyayini Mahadevan, Kepala Kesehatan dan Kesejahteraan di Columbia Pacific Communities menjelaskan, kecemasan merupakan reaksi psikologis terhadap setiap perubahan yang terjadi. Reaksi ini umumnya muncul dari rasa takut sebagai respons keadaan yang tidak terkondisi atau di luar ekspektasi.
"Reaksi luar biasa terhadap stres membawa kecemasan pada tingkat emosional. Stres sangat penting untuk menjaga percikan kehidupan sementara kecemasan menghabiskan hidup," kata Mahadevan.
Penyebab
Baca Juga: Stres Berdampak pada Kesehatan Tubuh, Kenali Tanda-tandanya
Terkait stres, selalu ada faktor pemicu eksternal. Sedangkan kecemasan tidak perlu ada pemicu, ini akan muncul karena kekhawatiran tentang sesuatu yang dipikirkan terkait dengan yang akan terjadi di masa depan.
"Sangat sering, apa yang kita khawatirkan mungkin tidak terjadi, tetapi memikirkannya terjadi menyebabkan kita menjadi cemas dan panik," kata Dr. Shireen Stephen (Ph.D.), psikolog konseling, Mind Talk, Rumah Sakit Cadabams, Bengaluru.
Dr. Stephen kemudian memberikan contoh untuk membedakan antara stres dan kecemasan. Stres adalah tekanan yang mungkin dialami saat membuat presentasi di rapat tim atau untuk menyelesaikan proyek tepat waktu.
Kecemasan adalah kekhawatiran bahwa presentasi mungkin tidak berjalan dengan baik atau proyek tidak selesai tepat waktu.
Menurut Dr Stephen, perbedaan lainnya adalah soal durasi. Stres berlangsung sampai kejadian tersebut teratasi tetapi kecemasan dapat berlangsung lama dan bertahan untuk waktu yang sangat lama.
Gejala
Berita Terkait
-
Stres Berdampak pada Kesehatan Tubuh, Kenali Tanda-tandanya
-
Kelola Stres dengan Empat Cara Ini, Bisa Dimulai dengan Luangkan Waktu
-
Angelina Jolie Ceritakan Riwayatnya Alami PTSD, Bagaimana Gejalanya?
-
Pengasuh Gala Sky Ardiansyah Alami Syok, Kondisi Ini dapat Menghancurkan secara Mental
-
Jarang Disadari, 3 Hal Ini Pertanda Kamu sedang Stres!
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Optimistis Tumbuh Berkelanjutan, BRI Konsisten Perkuat Kepercayaan Lewat Buyback Saham
-
Buntut Dibantai Persija 1-5, Arema FC Resmi Depak Marcos Santos
-
BRI Raih Apresiasi Menaker Atas Program Magang Nasional yang Terstruktur
-
Kongkalikong Kepala Unit, Mantri, hingga Perangkat Desa Bobol Bank BUMN di Kepanjen Rp2,7 Miliar
-
BRI Siapkkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham Tahap II, Ini Tujuannya