SuaraMalang.id - Pemerintah Kota Malang sedang mengkaji rencana fly over atau jembatan layang bisa dilintasi sepeda motor atau roda dua. Wacana itu diharapkan menjadi solusi mengatasi kepadatan lalu lintas.
Forum Lalu Lintas dan Angkutan Umum (FLLAJ) juga telah melakukan pembahasan, dan menyepakati rencana tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Heru Mulyono mengatakan, perlu adanya analisa atau kajian tentang rencana motor bisa melintas fly over. Terutama tentang hempasan angin. Sebab dikhawatirkan jika angin kencang bisa menyebabkan kendaraan tidak terkontrol.
"Jika memungkinkan untuk R2 (roda dua) naik, ya nanti akan kita jalankan, karena itu lebih cepat untuk bisa kita lakukan," ujar Heru mengutip dari TIMES Indonesia jaringan Suara.com, Rabu (27/10/2021).
Dijelaskannya, ada dua jembatan layang di wilayah Kota Malang, yakni Arjosari dan Kota Lama. Jika roda dua diperbolehkan melintas, berharap dapat mengurai kemacetan atau antrean kendaraan yang cukup panjang di jam-jam produktif.
"Kan kondisi persimpangan di Arjosari dan juga di Kota Lama itu saat kereta api lewat antreannya cukup panjang itu. Jadi kemungkinan itu ada (target tahun ini diterapkan). Tapi kita lihat kondisinya," ungkapnya.
FLLAJ tersebut rencananya kembali pada November 2021 mendatang akan digelar, Dishub Kota Malang optimis rencana roda dua melintas di Fly Over bakal terlaksana, sehingga pihaknya akan menyiapkan rambu-rambu lalu lintas untuk bisa terpasang.
"Kita juga perlu menunggu PUPR untuk melakukan pengecekan nanti seperti apa jika mereka (pengendara R2) naik (melintas di Fly Over)," tegasnya.
Senada dengan Dishub Kota Malang, Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto menyebutkan bahwa rencana pemberlakukan kendaraan roda dua melintas di fly over, yakni untuk mengurai kemacetan dan juga meminimalisir laka lantas di rel kereta jalur bawah.
Baca Juga: Ngeri, Minibus Ringsek Ditabrak Kereta di Malang
"Alasannya tentu dibuat untuk menghindari kemacetan dan laka lantas. Lalu juga perlu melihat jalur dan kemiringan Fly Over itu aman atau tidak untuk roda dua," tuturnya.
Perlu diketahui, rencana tersebut pun, kata pria yang akrab disapa Buher mengacu pada Kota Surabaya yang juga telah menerapkan jalur Fly Over untuk kendaraan roda dua, tepatnya di fly over Mayangkata, Wonokromo, Kota Surabaya.
Untuk itu, ia ingin segera bisa mengkaji kecepatan angin di dua fly over di Kota Malang untuk bisa menentukan apakah layak dilintasi oleh kendaraan roda dua atau tidak.
"Iya Surabaya (rujukan kebijakan). Ini harus diuji dulu kecepatan angin di atas fly over," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
BRI KKB: Kredit Mobil dan EV Makin Mudah, Cukup Lewat BRImo dengan Cicilan Stabil
-
BRI Imlek Prosperity 2026: Strategi Finansial Baru Sambut Tahun Kuda Api
-
Libur Nyepi dan Lebaran 2026, Wisata Malang hingga Kota Batu Dipastikan Aman dan Nyaman
-
Mudik dan Liburan Lebaran Lebih Hemat dengan Promo Spesial BRI Ramadan
-
Polresta Malang Pantau Stok Bahan Pokok Jelang Lebaran 2026, Ini Hasil Temuannya