SuaraMalang.id - Program vaksinasi yang dilakukan di Kepanjen Kabupaten Malang kemarin membuka sejumlah masalah. Salah satunya persoalan administrasi kependudukan.
Dalam vaksinasi terungkap kalau ada sekitar 500 warga setempat ternyata belum memiliki dokumen administrasi kependudukan (Adminduk) saat akan divaksin.
Akibatnya, sejumlah warga Kepanjen ini sempat mengalami kendala saat akan melakukan vaksin. Proses administrasi pun akhirnya dilakukan dengan cara manual.
Menurut Camat Kepanjen Eko Margianto, dari 500 orang yang terkendala NIK tersebut karena mereka tidak memiliki KTP dan Kartu Keluarga.
Namun demikian, dalam hal ini Margianto melibatkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) dalam pelaksanaan vaksinasi, agar persoalan administrasi kependudukan dapat di selesaikan di lokasi vaksinasi tanpa harus ke kantor Disdukcapil.
"Masyarakat yang terkendala NIK ada 500 orang kurang lebih di Kecamatan Kepanjen, dan mereka sudah menerima vaksin hari ini," kata Margianto, seperti dikutip dari suarajatimpost.com, jejaring media suara.com, pada Minggu, (10/10/2021).
Margianto menargetkan 2.000 dosis vaksin setiap hari harus diterima masyarakatnya di setiap desa dan kelurahan di Kecamatan Kepanjen.
"Terpenting masyarakat menerima vaksin semua. Urusan administrasi bisa disiasati dengan input manual, untuk selanjutnya diurus oleh petugas Dispenduk yang ada di lokasi vaksinasi," katanya.
Sampai saat ini, lanjut Margianto, warga masyarakat Kepanjen yang tervaksin kurang lebih 76 persen atau sekitar 64 ribu orang termasuk 500 orang yang NIK-nya ada masalah tetap menerima vaksin.
Baca Juga: Shandy Purnamasari Ulang Tahun, Potret Wajahnya Jadi Sorotan
"Mudah - mudahan program serbuan vaksinasi dan target Pemkab Malang 70 persen tervaksin dapat tercapai," harap Margianto.
Setelah serbuan vaksinasi di setiap wilayah desa dan kelurahan sudah selesai, masih kata Margianto, sisa warga yang belum vaksin akan dilaksanakan door to door.
"Kami akan melaksanakan vaksinasi sistem door to door. Tapi itu nanti setelah program vaksinasi selesai namun masih ada warga yang belum divaksin," ujarnya menegaskan.
Berita Terkait
-
Shandy Purnamasari Ulang Tahun, Potret Wajahnya Jadi Sorotan
-
Penanganan Covid-19 di Indonesia Terus Membaik, Kasus Kematian di 15 Provinsi 0 Persen
-
Warga Kota Malang Bikin Gerakan Sendiri Hapus Grafiti Kawasan Heritage, Biaya Urunan
-
Kesadaran Masyarakat Lumajang Meningkat, Tapi Vaksinya yang Terlambat
-
UIN Malang Matangkan Persiapan Pembelajaran Tatap Muka
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Drama Evakuasi Pendaki Ilegal Gunung Semeru yang Berakhir di Tangan Hukum
-
Singo Edan Kian Garang: Hansamu Yama Resmi Menetap, Si Anak Hilang Kembali Pulang
-
Polemik Panas Yakuza Maneges vs PBNU Soal Segel Pesantren di Malang
-
Cuci Gudang di Kandang Singa! Samuel Balinsa dan Deretan Bintang Resmi Pamit dari Arema FC
-
Kucing-kucingan di Jalur Tikus: 13 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Diciduk, 4 Lainnya Jadi Buruan