SuaraMalang.id - Capaian program vaksinasi di Kabupaten Lumajang bisa dibilang masih rendah. Hal ini disampaikan Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang, Supratman.
Ia mengatakan kalau tingkat kesadaran masyarakat akan vaksinasi sudah mulai meningkat, namun tidak sebanding dengan jumlah vaksin yang ada. Bahkan belakangan diketahui pemkab setempat kehabisa vaksin.
Oleh sebab itu, menurut dia diperlukan adanya koordinasi lagi. Sebab, menurut Politisi PDI Perjuangan itu, masyarakat sudah mulai sadar akan manfaat vaksinasi.
"Akhir-akhir ini kesadaran masyarakat terus meningkat, tapi vaksinnya yang terlambat," katanya, seperti dikutip dari suarajatimpost.com, jejaring media suara.com, Sabtu (9/10/2021).
"Kan vaksin itu untuk kekebalan tubuhnya sendiri," katanya menambahgkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang, dr Bayu Wibowo Ignasius, kepada awak media menerangkan kalau sangat betul jika capaian vaksinasi masih rendah di Kabupaten Lumajang.
"Iya banyak yang kehabisan untuk jadwal beberapa hari kedepan, bila tidak ada pasoksn vaksin," jawabnya.
Dr Bayu juga memberikan info terkait jumlah vaksin yang diterima Dinkes Lumajang saat ini seluruhnya berjumlah 367.062 dosis, yang terdiri dari Sinovac : 341.020 dosis, Azra : 3.068 dosis, Sinopham : 3.770 dosis dan Moderna : 12.124 dosis.
"Dan saat ini sudah digunakan saat ini sebanyak 325.914 dosis, terdiri dari D1 : 203.700 (23,13%), D2 : 119.325 (13,55%) dan D3 : 2.889 (79,00% dari nakes), dan sisanya sebanyak 22.155 dosis," terangnya lagi.
Baca Juga: Dukung Pemberian Vaksin Gratis Warga Solo, PMS Gandeng iDexpress
Disampaikan dr Bayu, Vaksin ini berasal dari Instalasi Farmasi Kota (IFK) Lumajang sebanyak 5.324 dosis dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) sebanyak 16.831 dosis.
"Namun antrian sudah banyak, semua Camat Danramil dan Kapolsek sama-sama mencari sasaran. Sementara antrian, sambil nunggu vaksin datang, dan itu memang masalah," bebernya.
Pastinya, menurut dr Bayu, data permintaan untuk hari ini dan beberapa hari kedepan sudah banyak dan vaksin tidak bisa dipenuhi. "Kami masih meminta kepada propinsi untuk segera mendistribusikan kepada Kabupaten Lumajang," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Dukung Pemberian Vaksin Gratis Warga Solo, PMS Gandeng iDexpress
-
Kapasitas PTM di Lumajang Ditingkatkan Jadi 50 Persen
-
Catat! Ini Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 di Malang
-
Ealah! Ternyata Masih Ratusan Pegawai Pemkot Batu Belum Vaksin, Bakal Disanksi
-
Vaksinasi Covid-19 Gratis, Masyarakat Cikupa Tangerang Terlihat Antusias
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Relawan Jokowi Padati PN Jaktim, Joget-Joget dan Bawa Poster Sindiran untuk Roy Suryo
-
Jokowi Bantah Roy Suryo di Sidang: Di Skripsi Saya Tak Ada Tulisan 'Tesis'
-
Lirikan Mata Jokowi ke Roy Suryo di Ruang Sidang Ijazah Palsu
-
Hakim Periksa KTP Jokowi, Pekerjaannya Berbeda dengan yang Diucapkan
-
Jokowi Datang ke PN Jaktim, Ditemani Kahiyang dan Kaesang
Terkini
-
Malang Selatan Dikepung Banjir dan Longsor: Jalur Utama Malang-Lumajang Lumpuh Total
-
Raih Empat Penghargaan Pada 2026, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun
-
Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba
-
Kakek Pembuang Puntung Rokok Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang
-
Emil Dardak Turun Tangan! Akankah Bus Transjatim Akhirnya Tembus Terminal Arjosari?