SuaraMalang.id - Dua orang gembong perampok diringkus Satreskrim Polres Probolinggo. Lantaran berusaha melawan saat ditangkap, kedua pelaku kriminal itu ditembak.
"Saat dilakukan penangkapan, kedua tersangka ini melawan petugas, sehingga petugas terpaksa melumpuhkan kaki kedua tersangka," kata Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi mengutip dari TIMES Indonesia jaringan Suara.com, Jumat (1/10/2021).
Kekinian, polisi masih memburu tiga orang lainnya yang masih buron. Para komplotan spesialis perampokan rumah diketahui berstatus residivis.
Dalam aksinya, para perampok membekali diri dengan senjata tajam.
"Komplotan ini masuk ke rumah target dengan membobol dinding. Mereka lalu menyandera korban dengan senjata tajam dan benda menyerupai senjata api. Mereka ditangkap pada 17 September lalu," sambungnya.
Kawanan perampok ini memiliki peran dan tugas masing-masing. Ada yang bertugas memantau situasi rumah korban dan sebagai sopir. Sisanya para pelaku sebagai eksekutor.
"Pada saat kejadian tiga orang yang masuk menyekap korban dan mengambil barang-barang," sambungnya.
Dalam aksinya itu, pelaku menggondol lima ponsel, dua laptop, dan uang tunai Rp 60 juta. Sementara dua pelaku yang ditangkap adalah tetangga korban yang bertugas mengawasi situasi, satu orang lainnya eksekutor. Mereka berdua ditangkap di Probolinggo dan Kabupaten Jember.
"Untuk mempertanggungkan perbuatannya, kedua tersangka perampok ini dijerat Pasal 364 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara," tandas Kepala Polres Probolinggo, AKBP Arsya.
Baca Juga: Ini Tampang Suami Bakar Istrinya yang Hamil di Probolinggo, Pemicunya Cemburu
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Drama Evakuasi Pendaki Ilegal Gunung Semeru yang Berakhir di Tangan Hukum
-
Singo Edan Kian Garang: Hansamu Yama Resmi Menetap, Si Anak Hilang Kembali Pulang
-
Polemik Panas Yakuza Maneges vs PBNU Soal Segel Pesantren di Malang
-
Cuci Gudang di Kandang Singa! Samuel Balinsa dan Deretan Bintang Resmi Pamit dari Arema FC
-
Kucing-kucingan di Jalur Tikus: 13 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Diciduk, 4 Lainnya Jadi Buruan