Viral Kafe di Malang Mirip Holywings, Pengunjung berjubel dan Abai Prokes. [tangkapan layar Instagram/@infomalangan]
Namun, Aldino tidak memungkiri usaha pengelola tetap saja kadang diabaikan oleh pengunjung.
"Tapi yaudah begitu sebenarnya kami sudah berinisiatif," tutur dia.
Sementara itu, terkait video yang viral di medsos sebenarnya hanya ada 50 persen dari total kuota pengunjung kafenya.
"Ya ada 1.500 orang kami muat (kapasitas kafe), tapi yang video kemarin itu sekitar 500 atau 50 persen ada," ujarnya.
Atas kasus pelanggaran prokes ini, Aldino berjanji tidak akan menggelar acara live music serupa hingga putusan hakim keluar.
"Tapi tetap beroperasi. Cuma untuk event kami berhenti sampai putusan hakim dan update Perda PPKM ini," tutupnya.
Kontributor : Bob Bimantara Leander
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Rey di Malang Akui Istri Sudah Tahu Dirinya Perempuan Sebelum Menikah, Kini Berujung Polisi
-
Tak Curiga Waktu Pacaran: Kisah Intan Perempuan Asal Malang Miliki Suami Seorang Wanita
-
Suami Intan Ternyata Perempuan: Kedok Palsu Terbongkar saat Malam Pertama
-
Nestapa Perajin Tempe Sanan Malang: Terjepit Harga Kedelai Dunia Terpaksa Sunat Ukuran 1 Cm
-
Menanti Asa di Arjowinangun: Babak Baru Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat Malang