SuaraMalang.id - Kota Malang kurang 22 persen lagi untuk mencapai target 70 persen vaksinasi. Sayangnya, persediaan vaksin Covid-19 telah habis.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan, untuk vaksinasi dosis pertama di Kota Malang disetop, lantaran persediaan atau stok vaksin untuk dosis pertama masih kosong. Pihaknya masih menunggu kiriman tambahan dari Kementerian Kesehatan.
Kondisi tersebut, lanjut Husnul, cukup membuat khawatir apakah bisa mencapai target vaksinasi 70 persen dari total penduduk Kota Malang.
"Ya mudah-mudahan Agustus ini 50 persen ya. Kita lihat dropping vaksinnya dulu. Insyallah sesuai target," katanya mengutip dari Times Indonesia jaringan Suara.com, Rabu (4/8/2021).
Ia melanjutkan, target yang belum tercapai vaksinasi saat ini didominasi masyarakat umum dan para remaja, usia 12 hingga 17 tahun.
"Rata-rata (yang belum tervaksin) ya masyarakat umum dan remaja juga masih ada yang belum tervaksin," ujarnya.
Dinas Kesehatan, lanjut dia, terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Malang untuk bisa melaksanakan vaksinasi kategori remaja di setiap sekolah.
"Kita akan koordinasikan dengan Dinas Pendidikan. Nanti akan kita jadwalkan dan kita laksanakan," ungkapnya.
Sebagai informasi, Kota Malang telah mendapat jatah kuota untuk vaksin Moderna sebanyak 11.934 untuk dosis ketiga tenaga kesehatan dan 539 vaksin Sinopharm untuk masyarakat difabel. Namun, mengenai kapan vaksin tersebut datang belum diketahui secara pasti.
Baca Juga: Wow, Crazy Rich Malang Gelontor Bonus Rp 1 Miliar Lebih ke Atlet Peraih Medali Olimpiade
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
Terkini
-
Buntut Dibantai Persija 1-5, Arema FC Resmi Depak Marcos Santos
-
BRI Raih Apresiasi Menaker Atas Program Magang Nasional yang Terstruktur
-
Kongkalikong Kepala Unit, Mantri, hingga Perangkat Desa Bobol Bank BUMN di Kepanjen Rp2,7 Miliar
-
BRI Siapkkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham Tahap II, Ini Tujuannya
-
Modal Rp25 Juta Beli 5 Kg Ganja di Medsos, Petani Asal Malang Diciduk Polisi