SuaraMalang.id - Dua kali gagal berangkat ibadah haji membuat calon jemaah haji asal Kota Malang Sadhi Budiono bin Torejo (78) nelangsa alias sedih.
"Sebelumnya saya tahun 2020 itu juga dibatalkan padahal sudah masuk list. Alasannya waktu itu Covid-19. Oke lah. Tapi kalau yang tahun ini tidak tahu alasannya apa," katanya ditemui SuaraMalang.id, Jumat (4/6/2021).
Pria yang pernah menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso ini mengaku dibuat bingung apa yang melatarbelakangi pemerintah membatalkan keberangkatan haji tahun ini.
"Tapi katanya di sini (media) karena Covid-19. Tapi saya lihat di Tiktok (medsos) itu katanya belum membayar biaya haji ke Arab Saudi sebesar ratusan trilliun. Lah terus uang saya kemana yang sudah bayar itu. Ini belum ada informasi dari manapun," keluhnya.
Padahal, lanjut dia, sejumlah tahapan syarat berangkat haji telah dijalani, mulai tes kesehatan, vaksinasi Covid-19, dan manasik haji. Kemudian tersiar kabar pembatalan haji yang terkesan mendadak.
"Ya saya sudah siap berangkat dan setelah batal 2020 saya juga daftar ulang dan sudah siap semuanya tapi ada kabar batal ini saya ya bagaimana lagi. Saya juga sudah sepuh kan," kakek dengan tujuh cucu ini.
Meski dua kali gagal berangkat haji, Ia tetap meyakini dapat segera berkunjung ke rumah Allah di Tanah Suci Makkah. Oleh karena itu, Ia terus menjaga kesehatannya lantaran telah sepuh.
"Ya saya saat ini pokoknya sehat saja dan bisa berangkat (haji) soalnya sepuh itu umur saya. Semoga saja bisa. Nanti kalau berangkat pun ada obat pendamping," tuturnya.
Rencananya, Ia berangkat haji bersama sang istri, Sri Wardhani (64).
Baca Juga: 5.008 Calon Jamaah Haji Riau Gagal Berangkat ke Tanah Suci Tahun Ini
Sri mengaku, dia bersama suami sudah berkeinginan haji sudah sejak tahun 2015 lalu, tepatnya setalah melakukan umroh pada tahun itu.
"Ya gimana ya mas habis umroh itu langsung berkeinginan kuat pingin haji. Kan kami ada rejeki. Kalau ada kan harusnya wajib bagi seorang muslim untuk berangkat haji. Kita dosa mas kalau ada rejeki nggak ke sana," kata dia.
Namun, usahanya untuk melakukan salah satu rukun Islam itu pun musti batal dua kali, yakni pada tahun 2020 dan 2021.
Dia dan suaminya pun merasa menyesal mengapa tidak berangkat haji ketika suaminya masih berdinas sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Padang Mariaman pada tahun 1995.
"Dulu itu kan bapak kerja sebagai Kepala Kejaksaan di Padang Mariaman. Padahal haji waktu itu mudah karena bapak kenal sama Bupati. Dan diajak bareng. Tapi ya waktu itu bapak sibuk, dan anak-anak masih kecil SD, SMP gitu. Jadi mau haji nggak dulu. Sekarang ya menyesal," tutur wanita asal Sumenep Madura ini.
Dia pun saat ini hanya bisa menunggu kejelasan dari pemerintah. Sambil menjaga kesehatannya yang juga tidak lagi muda.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
Malang Target 3,4 Juta Kunjungan Wisata Selama 2026, Ini Alasannya
-
Konflik Dualisme Yayasan SMK Turen Malang Memuncak, Ribuan Siswa Terpaksa Tak Sekolah
-
Kronologi Yai Mim Jadi Tersangka Pornografi, Ini Penjelasan Polresta Malang Kota
-
Cara Dinkes Kota Malang Antisipasi Superflu H3N2, Jangan Tunda-tunda Keluhan Kesehatan!
-
Laka Lantas Kota Malang Renggut 12 Nyawa Selama 2025, 245 Orang Luka-luka