SuaraMalang.id - Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 masih dua tahun lagi. Namun sejak jauh-jauh hari sejumlah nama tokoh nasional diunggulkan dalam sejumlah survei.
Terbaru dari platform Nyari Presiden (Nyapres2024) yang merilis hasil surveia mereka terhadap tokoh-tokoh nasional yang layak menjadi presiden 2024 nanti, terutama untuk calon yang beragama Islam.
Hasilnya, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo ternyata menjadi tokoh muslim yang paling diharapkan menjadi Presiden 2024. Kemudian ada Ridwan Kamil, Prabowo Subianto dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Anies Baswedan (40,69 persen) dan Ganjar Pranowo (10 persen) merupakan tokoh yang paling diharapkan menjadi Presiden 2024, bahkan mengungguli Prabowo Subianto yang hanya mendapatkan 4,05 persen," kata Koordinator Nyapres 2024, Veri Junaidi, dalam siaran persnya, Senin (31/05/2021).
Menariknya, Veri melanjutkan, dari seluruh tokoh tersebut muncul nama Ahok (Basuki Tjahaya Purnama) mantan Gubernur DKI Jakarta. Ahok (4,7 persen) justru menempati urutan ketiga setelah Ganjar Pranowo dan mengungguli Prabowo Subianto. Meskipun demikian, Ahok juga menjadi tokoh yang paling 'tidak diharapkan' jadi Presiden 2024.
Veri melanjutkan, hasil survei ini merupakan pilihan responden atas pertanyaan "dari keseluruhan tokoh tokoh tersebut, mana yang Anda Harapkan menjadi Presiden 2024".
Pilihan ini merangkum dari seluruh kategori tokoh muslim yang ditanyakan yakni seperti tokoh muslim dari Kalangan Politisi, Ulama, TNI/Polri, Pemuda, dan bahkan kalangan non-muslim.
Hasil lengkapnya:
Tokoh Muslim dari Kalangan Politisi dengan hasil:
(1) Anies Baswedan (45,42%),
(2) Ganjar Pranowo (12,98%),
(3) Prabowo Subianto (4,66%),
(4) Ridwan Kamil (4,27%),
(5) AHY (3,13%),
(6) dan lainnya.
Baca Juga: Laporan Keuangan DKI Raih WTP, PDIP ke Anies: Jangan Sampai Ada Temuan Aneh Lagi
Tokoh muslim dari kalangan tokoh agama dengan hasil:
(1) Din Syamsudin (23,97%),
(2) Mahfud MD (19,16%),
(3) Abdul Somad (14,43%),
(4) Rizieq Shihab (13,82%),
(5) Adi Hidayat (7,40%),
(6) dan lainnya.
Tokoh muslim dari kalangan TNI/Polri dengan hasil:
(1) Gatot Nurmantyo (60,61%),
(2) Tito Karnavian (15,19%),
(3) Andika Perkasa (9,69%),
(4) Moeldoko (6,03%),
(5) Budi Gunawan (2,29%),
(6) dan lainnya.
Tokoh muslim dari kalangan pemuda dengan hasil:
(1) AHY (42,44%),
(2) Emil Dardak (11,15%),
(3) Gibran Rakabumi (9,39%),
(4) Sunanto (9,16%),
(5) Dahnil Anzar Simanjuntak (8,85%),
(6) dan lainnya.
Tokoh Non Muslim pilihan responden adalah
(1) AHok (34,58%),
(2) Ignatius Jonan (18,09%),
(3) Lucas Enembe (9,08%),
(4) Luhut Binsar Panjaitan (7,48%),
(5) Rocky Gerung (2,29%),
(6) dan lainnya.
Nyari Presiden (Nyapres2024) merupakan platform untuk tujuan mendorong munculnya lebih banyak tokoh publik sebagai alternatif dalam Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden 2024.
Melalui platform ini, Nyapres 2024 berupaya untuk mencari, memperkenalkan dan mempromosikan lebih banyak alternatif bakal calon presiden kepada publik. Upaya itu dilakukan, salah satunya melalui kegiatan survei.
Nyapres 2024 melakukan Survei Online Nasional dengan tajuk "Regenerasi Politik Indonesia : Tokoh Muslim Menjelang 2024". Survei ini dilakukan melalui wawancara secara online.
Kuisioner disebarkan menggunakan jejaring media sosial melalui iklan Facebook dengan pilihan kategori penerima iklan sesuai sebaran provinsi responden dan berusia minimal 17 tahun.
Jumlah responden dipilih secara acak dengan memperhatikan proporsionalitas jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap provinsi. Survei ini mengambil sampel 1.310 responden yang tersebar di 32 propinsi dalam kurun waktu 17 April – 10 Mei 2021 dengan margin of error +/- 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Sementara itu, Menurut Bayu Adi Permana (Sekjen Nyapres 2024), responden diberikan pertanyaan "dalam memilih presiden, apakah agama calon presiden menjadi pertimbangan anda?". Hasilnya, 82,7 persen menjawab YA dan 17,6 persen menjawab TIDAK.
"Artinya, agama calon presiden menjadi pertimbangan penting bagi pemilih dalam menentukan Presiden 2024," kata Bayu menegaskan.
Survei ini juga menanyakan pilihan responden terhadap Partai Politik berbasis konstituen Islam. Menurut Bayu, urutan partai yang diharapkan menang di Pemilu 2024 adalah PKS (42,14 persen), PKB (19,92 persen), PAN (11,45 persen).
Kemudian Partai Ummat (11,07 persen), PPP (7,71 persen), Partai Gelora (4,89 persen), dan PBB (2,82 persen). Menariknya dari hasil itu, partai baru seperti Partai Ummat dan Partai Gelora justru lebih diharapkan menang dibanding partai lama seperti PPP dan PBB.
Berita Terkait
-
Laporan Keuangan DKI Raih WTP, PDIP ke Anies: Jangan Sampai Ada Temuan Aneh Lagi
-
Empat Kali Beruntun Laporan Keuangan Dapat Opini WTP, Anies: Alhamdulillah...
-
11 Orang Terpapar Covid-19 di Satu RT, Ganjar ke Lurah: Lockdown RT!
-
Sidak Penanganan Covid-19 di Kudus, Gubernur Ganjar Temukan Pelanggaran SOP Berat
-
Mendadak Laris, Ribuan Orang Minati Rumah DP 0 Rupiah Anies di Bulan April
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Operasi Keselamatan Semeru 2026: 2.151 Pelanggar Terjaring, Tak Pakai Helm Mendominasi
-
5 Fakta Oknum Satpol PP Merokok di Ruang Laktasi Alun-alun Merdeka Malang, Viral di Medsos!
-
CEK FAKTA: Jokowi Akui Dapat Uang Korupsi Haji, Benarkah?
-
Wisatawan Asal Malang Hilang Terseret Ombak di Pantai Sine, Aksi Penyelamatan Berujung Pencarian
-
CEK FAKTA: Viral Link Pendaftaran CPNS Kementerian Pertanian 2026, Benarkah?