SuaraMalang.id - Ada 16 pasien Covid-19 yang antre menunggu Plasma Konvalesen di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember. Sementara stok di UDD PMI sedang kosong.
Untuk menyikapi hal ini, Ketua PMI Jember Zaenal Marzuki berharap agar para penyintas covid-19 berkenan untuk melakukan donor guna memenuhi kebutuhan Plasma Konvalesen itu.
"Sudah ada 16 pasien Covid-19 yang sudah antre, mereka menunggu plasma darah konvalesen dari UDD PMI Kabupaten Jember,” kata Zaenal saat dikonfirmasi di Markas PMI Jember, Jalan Jawa, Kecamatan Sumbersari, Sabtu (20/2/2021).
Secara rinci Zaenal menyebutkan, 16 pasien yang antre plasma konvalesen itu diantaranya. golongan darah A sebanyak 9 orang, golongan darah B sebanyak 4 orang, O sebanyak 0 pasien dan pasien dengan golonga darah AB sebanyak 3 pasien.
"Sehingga kami berharap dari para penyintas dapat mendonorkan di UDD kami. Karena kebutuhan Plasma Konvalesen ini cukup banyak, apalagi tidak hanya di wilayah Jember, tapi juga dari daerah lain wilayah sekitar tetangga kita," katanya.
Namun demikian, UDD PMI Jember mencatat. Hingga 19 Februari 2021 pasien Covid-19 dengan golongah darah A yang sudah terlayani plasma konvalesen sebanyak 39 kantong.
Secara rinci golongan darah B sebanyak 43 kantong, golongan darah O sebanyak 54 kantong, dan golongan darah AB sebanyak 15 kantong.
“Total ada 151 kantong plasma konvalesen yang diserahkan kepada pasien Covid-19 yang dalam kondisi sedang dan berat,” sebutnya.
Namun demikian, Zaenal mengatakan. Jumat kemarin (19/2/2021), ada satu kantong Plasma Konvalesen untuk golongan darah O. Tetapi sekitar pukul 14.00 kemarin (19/2) juga langsung ada pemesannya.
Baca Juga: Jumat Hari Ini, 10.614 Warga Indonesia Terpapar Covid-19, 183 Meninggal
"Sehingga kita masih membutuhkan penyintas Covid-19 ini, untuk mendonorkan darahnya guna ketersediaan Plasma Konvalesen. Juga teriring doa, pandemi ini berakhir, dan kita tidak lagi kebingungan kebutuhan Plasma Konvalesen," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Buntut Dibantai Persija 1-5, Arema FC Resmi Depak Marcos Santos
-
BRI Raih Apresiasi Menaker Atas Program Magang Nasional yang Terstruktur
-
Kongkalikong Kepala Unit, Mantri, hingga Perangkat Desa Bobol Bank BUMN di Kepanjen Rp2,7 Miliar
-
BRI Siapkkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham Tahap II, Ini Tujuannya
-
Modal Rp25 Juta Beli 5 Kg Ganja di Medsos, Petani Asal Malang Diciduk Polisi