SuaraMalang.id - Pemkot Malang mengusulkan penambahan Rumah Sakit Rujukan Penanganan COVID-19. Usulan itu diajukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Usulan ini bukan tanpa sebab, lantaran kasus penularan COVID-19 di Kota Malang masih terus bertambah.
Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, jika nanti diterima usulan tersebut, maka total ada 11 RS Rujukan COVID-19 di wilayahnya.
"Itu sudah kami usulkan dan disetujui oleh Pemprov Jatim. Jadi nanti total ada 11 RS rujukan di Kota Malang," ujarnya, seperti dikutip dari timesindonesia.co.id jaringan suara.com, Kamis (4/2/2021).
Kota Malang sebelumnya telah ada 7 RS rujukan COVID-19, rinciannya RS Saiful Anwar (RSSA), RST Soepraoen, RS Lavallete, RS Universitas Islam Malang (Unisma), RSI Aisyiyah, RS Hermina Tangkuban Perahu dan RKZ Panti Waluyo.
Wali Kota Sutiaji mengatakan ada 4 RS rujukan COVID-19 yang diusulkan, yakni RSUD Kota Malang, RS Panti Nirmala, RS Lapangan dan RS Persada.
Sedangkan, okupansi atau keterisian bed yang berada di RS rujukan kekinian telah mencapai 64,54 persen dengan total ketersediaan untuk bed isolasi sebanyak 785 bed.
"Jadi untuk prosentase BOR-nya (Bed Occupancy Rate) itu sudah sebesar 65,54 persen," sambung dia.
Sedangkan RS Lapangan Idjen Boulevard, menurutnya, belum tergolong RS rujukan. Sehingga RS Lapangan sendiri saat ini sudah dalam tahap persiapan untuk menjadi RS Rujukan.
Baca Juga: Miris, Pelajar di Malang Jadi Mucikari Prostitusi Online
"Sifatnya RS Lapangan ini kan juga bukan RS statis (permanen). Jadi saat ini sebagai penyeimbang untuk mobilitas RS yang statis, sehingga gejala parah masuk ke RS statis dan yang ringan masuk kedalam RS Lapangan," urainya.
Sementara itu, Direktur Utama RSUD Malang, dr. Husnul Muarif mengatakan, bahwa saat ini RSUD Malang sama dengan RS Lapangan yang belum mempunyai ventilator. Sedangkan RS rujukan seperti RSSA dan Lavalette mempunyai ventilator, sehingga menjadi RS rujukan.
"Jadi kita masih berusaha untuk melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan sebagai syarat RS Rujukan Covid-19. Seperti ICU dan ruang isolasi bertekanan negatif hingga ventilator. Kita koordinasikan sama teman-teman RSUD hingga sampai pada pengajuan anggaran kebutuhan, kita usahakan dalam waktu dekat," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
Terkini
-
Gunung Semeru Membara: Nasib 170 Pendaki di Ranu Kumbolo Akhirnya Terjawab
-
Koperasi Awards 2026: BRI Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka, Dukung Ekonomi Kerakyatan
-
Semeru Membara: Jalur Pendakian Ditutup Total, Pendaki Dievakuasi!
-
BRI Gelar Semarak Merah Putih di Sofifi Maluku Utara, UMKM Lokal Ikut Tumbuh
-
Wajah Baru Stasiun Malang 2026: Tak Lagi Sekadar Transit, Bakal Jadi Surga UMKM