Scroll untuk membaca artikel
Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Kamis, 04 Februari 2021 | 19:33 WIB
Ilustrasi. Persatuan Dukun Nusantara atau Perdunu di Banyuwangi dan soal festival santet. [shutterstock]

"Kami mem-brandingnya bukan sebagai wisata mistis, tapi wisata religi. Ada Alas Purwo dan lainnya. Seperti makam Bupati yang nantinya akan kita branding serupa," katanya.

"Banyuwangi ini image-nya sudah bagus, jangan sampai kembali ke zaman dulu. Sehingga kami mengajak seluruh masyarakat agar memahami bagaimana kondisi Banyuwangi sekarang dan yang akan datang. Branding atau kegiatan yang akan dilakukan tentunya harus berkoordinasi terlebih dahulu, agar cocok atau matching dengan promosi yang akan dilakukan kedepannya," urainya.

Seperti diberitakan Sebelumnya, Pembentukan Persatuan Dukun Nusantara atau Perdunu yang anggotanya terdiri dari kiai pesantren, Gus, dan para ahli ilmu spiritual bakal meluruskan persepsi tentang santet dan profesi dukun di.

"Jadi Perdunu ini berdiri untuk memberikan edukasi dan meluruskan apa yang menjadi persoalan di masyarakat khususnya tentang santet dan profesi dukun agar tidak salah kaprah," kata Ketua Perdunu Abdul Fatah Hasan.

Baca Juga: Temuan Koin Kuno di Banyuwangi Berasal dari Dinasti Song

Perdunu adalah wadah para dukun atau ahli spiritual di nusantara untuk mengembangkan profesinya. Namun, Perdunu bukan kumpulan dukun untuk menyakiti orang lain, melainkan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi permasalahan yang tak kasat mata.

"Untuk spesifikasi dukun ini kan banyak. Ada yang menangani pengobatan non medis, penglaris usaha, mencari hari baik (nogo dino) dan pengobatan lain sesuai dengan bidang keilmuan yang diemban," sambung dia.

Dalam waktu dekat, masih kata dia, Persatuan Dukun Nusantara akan membuat kegiatan pengobatan gratis non medis bagi masyarakat Banyuwangi.

Load More