SuaraMalang.id - Varian baru virus corona yang ditemukan di Inggris sempat membuat heboh. Mutasi virus corona ini disebut lebih menular dari sebelumnya.
Belum juga usai kabar tentang perkembangan virus tersebut, Varian baru virus corona telah terdeteksi pada empat wisatawan yang tiba di Tokyo dari Brasil. Demikian kata Kementerian Kesehatan Jepang mengumumkan pada hari Minggu.
Mutasi, yang berbeda dari yang telah didokumentasikan di Inggris dan Afrika Selatan, adalah kejadian terbaru dari virus yang berkembang.
Kabar tersebut muncul ketika beberapa pemerintah daerah di Jepang tengah meminta status darurat diumumkan untuk membendung gelombang pasang kasus virus corona di negara tersebut.
Dilansir dari Euronews, tindakan serupa yang disetujui oleh perdana menteri Yoshihide Suga mulai berlaku di Tokyo dan sekitar wilayah Chiba, Kanagawa, dan Saitama pada hari Jumat. Nantinya restoran dan bar tutup mulai pukul 8 malam selama setidaknya sebulan.
Prefektur Gifu menerapkan keadaan darurat selama sebulan pada hari Sabtu. Para pemimpin prefektur Osaka, Kyoto, dan Hyogo secara resmi meminta untuk mengikutinya.
Lonjakan kasus ini dikaitkan dengan penemuan varian Inggris yang lebih dapat ditularkan.
Jepang pertama kali melaporkan kasus varian virus corona yang ditemukan di Inggris pada akhir Desember. Penemuan itu mendorong negara itu untuk menutup perbatasannya untuk semua non-penduduk.
Para wisatawan dari wilayah Amazonas Brasil dinyatakan positif terkena virus korona saat tiba di Bandara Internasional Haneda Tokyo pada 2 Januari setelah menghabiskan waktu di karantina di bandara.
Baca Juga: Update Covid-19 Global: Masih Ada 23,9 Juta Kasus Aktif Covid-19 di Dunia
Takaji Wakita, kepala National Institute of Infectious Diseases, mengatakan varian baru virus itu berbeda dari yang sudah beredar di Inggris dan Afrika Selatan.
Tujuh orang didiagnosis dengan varian Inggris, Kementerian Kesehatan Jepang mengkonfirmasi, semuanya telah melakukan perjalanan ke Jepang dari Inggris atau melakukan kontak dengan seseorang yang mengalaminya.
"Saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan varian baru yang ditemukan pada mereka yang berasal dari Brasil memiliki tingkat penularan tinggi," kata Wakita kepada wartawan dalam sebuah penjelasan pada Minggu.
Dari empat yang dites positif dengan varian tersebut, satu pria berusia empat puluhan dirawat di rumah sakit setelah mengalami masalah pernapasan. Demikian pula, seorang wanita berusia tiga puluhan mengeluh sakit kepala dan sakit tenggorokan, sedangkan seorang remaja pria mengalami demam. Remaja kedua tidak menunjukkan gejala.
Secara keseluruhan, Jepang telah mencatat 282.737 kasus dan 3.805 kematian sejak dimulainya pandemi, menurut data terbaru yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.
Jepang akan menjadi tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade pada Juli, setahun lebih lambat dari yang direncanakan setelah ditunda karena pandemi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Detik-Detik Yaim Min Tumbang di Polresta Malang: Mengembuskan Napas Terakhir Saat Lapor Polisi
-
Kasus Terkubur Bersama Jasad: Akhir Dramatis Perjalanan Hukum Yai Mim di Balik Jeruji
-
Modal 3 Jutaan Bisa Punya Laptop Gahar? Ini 5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Pelajar
-
Wasiat Terakhir Yai Mim: Kepulangan Sunyi ke Pelukan Tanah Kelahiran
-
Teka-teki Napas Terakhir Yai Mim: Sehat Walafiat Sebelum Maut Menjemput di Polresta Malang