SuaraMalang.id - Beberapa tempat bisa menjadi lokasi penularan Covid-19 lebih parah daripada tempat lainnya. Banyak studi menunjukkan bahwa mengunjungi restoran mungkin adalah hal yang paling tidak aman untuk dilakukan.
Namun survei terbaru yang dilakukan oleh National Health Service (NHS) Inggris, dilansir dari Times of India, menemukan bahwa sebagian besar orang melaporkan mengunjungi toko kelontong atau supermarket sebelum mengalami gejala Covid-19.
PHE (Public Health England) dan NHS mengumpulkan data orang-orang yang dites positif Covid-19 pada minggu-minggu November. Studi tersebut menunjukkan bahwa mengunjungi supermarket atau toko yang ramai adalah salah satu lokasi yang paling sering dikunjungi seseorang yang kemudian dikonfirmasi Covid-19.
Melansir dari Times of India, berikut beberapa alasan mengapa mengunjungi supermarket cukup berisiko, antara lain:
Mengapa supermarket sangat tidak aman?
Kita mungkin tidak menyadarinya, tetapi bahaya terbesar muncul dari benda-benda yang sering Anda temui di toko.
Toko bahan makanan atau supermarket memiliki banyak gang yang membuat pengunjungnya berdekatan. Kemudian ada risiko tambahan ketika Anda menyentuh benda yang mungkin pernah disentuh oleh orang yang terinfeksi. Apalagi, virus dapat bertahan di permukaan untuk waktu yang lama.
Mengapa berbelanja merupakan aktivitas yang berisiko?
Supermarket atau toko bisa penuh dengan orang di mana jarak sosial menjadi tidak selalu memungkinkan. Hal ini yang kemudian akan meningkatkan risiko Anda tertular infeksi.
Baca Juga: Belajar dari Rumah Selama Pandemi, Pelajar Ini Tak Tahu Isi Sekolah Barunya
Studi lain yang dilakukan oleh jurnal BMJ beberapa bulan yang lalu menemukan bahwa supermarket dan toko kelontong memiliki tingkat infeksi 18,6 persen, jauh lebih tinggi daripada sekolah, panti jompo, hotel, restoran, dan bahkan kamar mandi umum.
Apa yang meningkatkan risikonya?
Para ahli juga percaya bahwa peningkatan penularan tanpa gejala juga dapat memicu risiko. Sanitasi yang buruk dan kebersihan masker dalam supermarket juga dapat memperburuk masalah baik bagi pelanggan maupun karyawan.
Apa saja tempat berisiko lainnya untuk dikunjungi?
Survei yang berbasis di Inggris juga menemukan bahwa orang-orang juga berisiko tertular Covid-19 setelah mengunjungi institusi publik, restoran, kafe, dan gym.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Microsleep Sang Sopir Pikap Menghentikan Langkah Kecil Bocah Asal Malang Selamanya
-
BRILink Agen Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Danantara Perluas Akses Keuangan Masyarakat
-
Danantara Housing Expo 2026, BRI Dorong Kepemilikan Rumah Bagi Masyarakat
-
Kuli Bangunan Pretheli 17 Tower Telekomunikasi di Malang
-
BRI Peduli Dorong Kesehatan Ibu dan Anak melalui Program Desa Brilian 1000 HPK