- Arema FC bertekad mengamankan poin penuh saat menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Kanjuruhan pada 10 Oktober 2026.
- Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menyiapkan strategi khusus untuk meredam lini serang berbahaya lawan yang dimotori Allano dan Milan Ritovski.
- Arema FC wajib menjaga keseimbangan transisi permainan guna memutus tren hasil seri dan meraih kemenangan kandang.
SuaraMalang.id - Arema FC bertekad menyudahi tren hasil seri saat menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (10/10/2026).
Menghadapi tim tamu yang memiliki lini serang agresif, juru taktik Singo Edan, Marcos Santos, mengaku telah meracik formula khusus demi mengamankan poin penuh di kandang sendiri.
Kemenangan menjadi harga mati bagi Arema FC untuk mengakhiri kebuntuan setelah dua laga beruntun hanya memetik hasil imbang, masing-masing ditahan 3-3 di markas PSM Makassar dan bermain seri 1-1 saat menjamu Persik Kediri di hadapan publik Kanjuruhan.
Meski enggan membocorkan skema yang dirancangnya, Marcos menegaskan prioritas utamanya adalah memutus rantai pasokan bola ke lini serang lawan sejak menit awal.
Baca Juga:Sindikat Narkoba Malang: Polisi Gulung 175 Tersangka, Sita Sabu Kiloan hingga 2 Ton Kimia
"Tentu strategi khusus sudah kami siapkan, meski tidak bisa saya beberkan ke publik. Yang terpenting bagi kami adalah meredam dan menghentikan alur serangan Bhayangkara," tegas Marcos dalam sesi konferensi pers jelang laga, Jumat (9/10/2026).
Kewaspadaan tinggi Marcos beralasan. Ia menilai barisan depan The Guardian dihuni talenta berbahaya di atas rata-rata.
Sorotan utamanya tertuju pada sosok Allano. Pemain asal Brasil tersebut dinilai kian mematikan setelah berganti peran dari penyerang sayap menjadi motor serangan (playmaker) tim.
Selain kreativitas Allano, Arema juga menaruh perhatian ekstra pada penyelesaian akhir striker asing Milan Ritovski yang kerap menjadi mimpi buruk pertahanan lawan.
"Lini depan mereka sangat kuat dan punya variasi serangan yang fleksibel," tambah pelatih berpaspor Brasil itu.
Baca Juga:Berawal Kenalan di TikTok, Mahasiswi UM Diduga Jadi Korban Percobaan Pemerkosaan Senior di Kos
Demi menundukkan sang lawan, Marcos menginstruksikan anak asuhnya untuk tampil pragmatis dan menjaga keseimbangan permainan (game balance). Johan Alfarizi dan kawan-kawan dilarang terlena saat membangun serangan balik cepat.
"Kami tidak boleh terlalu bernafsu menyerang lalu lupa menggalang pertahanan, begitu pula sebaliknya. Keseimbangan transisi adalah kunci utama untuk mematikan ancaman mereka dan mengunci tiga angka," tutup Marcos. (ANTARA)