Cegah Banjir, Drainase Peninggalan Belanda di Malang Akan Direvitalisasi

Hingga tahun 2023, telah ada 22 kegiatan normalisasi yang dilakukan.

Chandra Iswinarno
Selasa, 12 Desember 2023 | 15:42 WIB
Cegah Banjir, Drainase Peninggalan Belanda di Malang Akan Direvitalisasi
Ilustrasi drainase.

SuaraMalang.id - Kota Malang akan mengalami transformasi besar dalam hal infrastruktur drainasenya dengan rencana revitalisasi saluran drainase peninggalan Belanda pada tahun 2025.

Program ini telah dirancang oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, termasuk rencana pembuatan sudetan dari Jalan Sumbersari hingga Jalan Bandung.

Yocky Agus Firmanda, Analis Sumber Daya Air Seksi Drainase DPUPRPKP Kota Malang, mengungkapkan informasi ini saat menjadi narasumber di program Idjen Talk yang disiarkan oleh Radio City Guide 911 FM.

Yocky menambahkan, rencana ini sudah termasuk dalam masterplan drainase yang disusun pada tahun 2022, mencakup 35 Daerah Aliran Drainase (DAD) dengan 315 indikasi program di dalamnya, termasuk identifikasi saluran lama.

Baca Juga:Jalan Bandung Malang Ambles Sisakan Lubang Menganga Sedalam 5 Meter, Ternyata Ini Penyebabnya

Salah satu masalah yang dihadapi adalah kerapnya kejadian amblesan jalan di Jalan Bandung, yang terjadi dua kali pada tahun 2013 dan sekali lagi pada tahun 2021.

Sambil menanti revitalisasi di tahun 2025, DPUPRPKP Kota Malang telah melakukan normalisasi di beberapa saluran drainase, termasuk di Jalan Kediri. Hingga tahun 2023, telah ada 22 kegiatan normalisasi yang dilakukan.

Selain itu, telah dilakukan pula pengawasan di saluran air peninggalan Belanda di Jalan Bandung.

Namun, kondisi dalam saluran yang terbatas dan gelap menyulitkan deteksi keretakan yang bisa menyebabkan aspal ambles.

Di sisi lain, Prof Muhammad Bisri, Guru Besar Teknik Pengairan UB, menekankan pentingnya inventarisasi saluran air oleh Pemerintah Kota Malang.

Baca Juga:Bikin Gerah! Warga Malang Keluhkan Kelakuan Oknum Jukir, Dishub Buka Suara

Menurutnya, perlu dibedakan mana yang merupakan irigasi dan mana yang drainase, seperti contoh di Jalan Soekarno Hatta di sekitar Rumah Makan Ringin Asri. Prof Bisri juga mengingatkan bahwa sejak zaman Belanda, saluran air telah disiapkan untuk mencegah banjir, seperti di daerah Museum Brawijaya dan Pulosari.

Inventarisasi saluran air ini akan membutuhkan waktu lama dan dana yang tidak sedikit, sehingga Pemerintah Kota Malang perlu mengalokasikan waktu dan sumber daya yang memadai untuk proyek ini.

Kontributor : Elizabeth Yati

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini