Pengakuan Korban Perkelahian Siswa MI di Malang, Terlapor Tak Terima Ditegur

Polres Malang masih mendalami kasus perkelahian siswa MI di Kecamatan Dau beberapa waktu lalu.

Baehaqi Almutoif
Sabtu, 04 November 2023 | 19:25 WIB
Pengakuan Korban Perkelahian Siswa MI di Malang, Terlapor Tak Terima Ditegur
Lokasi sekolah di Malang tempat dua siswa MI berkelahi hingga tersayat cutter. [TIMES Indonesia]

SuaraMalang.id - Polres Malang masih mendalami kasus perkelahian siswa MI di Kecamatan Dau beberapa waktu lalu. Terbaru, korban menceritakan versinya.

Kanit PPA Satreskrim Polres Malang, Aiptu Erlehana mengatakan, korban menyatakan peristiwa terjadi pada pulang sekolah. Saat itu terlapor sedang bermain dengan temannya di dekat tong sampah.

Melihat itu, korban mengingatkan terlapor agar tidak bermain di dekat tong sampah.

"Korban ini mungkin mengingatkan, awas itu kalau kena tong sampah itu najis. Ini menurut versi korban ya," ujarnya dikutip dari TIMES Indonesia--jaringan Suara.com, Sabtu (4/11/2023).

Baca Juga:Serba-serbi Malang sebagai Kota Parkir, Emang Boleh Se-effort Itu?

Rupanya, terlapor tidak terima ditegur korban. Teman terlapor lantas menghampiri korban dan menendangnya. Namun, korban tidak bisa menyebut identitas temannya.

"Kemarin dari keterangan korban itu, pelaku anak ini bersama dengan beberapa temannya. Tapi dia (korban) tidak bisa menyebut identitas temannya, dia hanya menyebut satu orang saja," katanya.

Tendangan teman terlapor tersebut tidak mengenai korban yang berhasil menghindar. "Tapi korban membalas memukul teman pelaku. Karena merasa dia dipukul, dia menghampiri pelaku, kemudian bersama pelaku masuk ke pondok," katanya.

Tidak lama setelah itu, hitungan detik, pelaku dan temannya berlari menghampiri korban. Lantas teman pelaku memegangi korban. Akan tetapi terlepas.

"Karena dia lepas, inilah pelaku anak langsung menghampiri membawa benda. Korban gak tahu itu benda apa, karena tidak terlihat. Mungkin benda itu kecil langsung diarahkan ke muka korban," tuturnya.

Baca Juga:Hemat Budget, 5 Ide Rekreasi Murah Meriah di Malang Raya!

Benda tersebut yang membuat korban mengalami luka sayatan di pipi. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Orang tua korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.

Terlepas dari itu, Leha mengatakan bahwa perkelahian tersebut merupakan rangkaian peristiwa sebelumnya. "Itu sebenarnya rangkaian. Dorong-dorongan itu kejadian sebelumnya tadi. Korban juga menghindar jadi tidak kena pukul dan korban sempat memukul kena teman pelaku," tandasnya.

Sebelumnya, seorang siswa MI di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang berinisial R (10) mengalami luka sayat di bagian pipi usai berkelahi dengan teman sekolahnya, Selasa (31/10/2023) lalu pukul 13.00 WIB.

Saat itu, korban R (kelas 4 SD) diduga dianiaya oleh kakak kelasnya, H (kelas 6 SD) hingga menyebabkan korban mengalami luka sayat dibagian pipi. Akhirnya, korban pun dilarikan ke rumah sakit dan ayah korban melapor ke pihak kepolisian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak