NU Dirikan BUMNU Rp 12-15 Miliar, Gus Yahya: Ini Bukan Miliknya Erick Thohir!

Dalam waktu dekat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bakal mendrikan Badan Usaha Milik NU (BUMNU) di Jember Jawa Timur ( Jatim ). BUMNU ini sejenis toko pangan.

Muhammad Taufiq
Rabu, 11 Januari 2023 | 08:28 WIB
NU Dirikan BUMNU Rp 12-15 Miliar, Gus Yahya: Ini Bukan Miliknya Erick Thohir!
Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. (Suara.com/Novian)

"Maka BUMNU yang kita bikin sekarang ini adalah BUMNU toko pangan. Nanti dia menyediakan seperti grosir berbagai macam bahan pangan. Nah kalau NU bisa menyalurkan ini sampai kepada warga secara langsung, ini nanti akan memotong rantai pemasaran yang terlaly panjang," katanya.

"Harga mulai dari produsen melalui BUMNU bisa langsung ke warga. Kita berharap dengan BUMNU ini, ranting-ranting NU bisa aktif menjadi jaringan pemasarannya. Misalnya warung-warung di kampung agar didorong agar kulakan di toko pangan milik BUMNU," kata Yahya.

BUMNU nantinya akan diurus oleh tenaga profesional tanpa campur tangan dari pengurus NU setempat. "PCNU tidak usah ikut-ikut manajemennya. Tidak usah memaksa BUMNU harus menerima pegawai ini, tukang sapu itu. Tidak usah. Serahkan manajemen supaya profesional, sehingga jadi duit beneran," kata Yahya.

"Mohon maaf tidak dari awal kita tidak serahkan ke PCNU Jember. Nanti malah gak jadi. Biar jadi dulu. Namanya juga pilot project. Proyek percontohan. Kalau jadi, kita aplikasikan yang sama ke tempat lain," ujarnya.

Baca Juga:Sangat Berbahaya, Ketum PBNU Minta Jangan Pakai Rumah Ibadah Buat Kampanye Politik

"Kepemilikannya, nanti NU akan punya banyak macam-macam usaha, karena ruang untuk itu luas sekali, dan kita bisa kreatif. Ada satu hal yang harus kita hindari jangan sampai usaha yang tadinya dibuat demi NU atau atas nama NU, di kemudian hari setelah berhasil, beralih tangan menjadi milik pribadi," kata Yahya.

NU nantinya akan memperoleh bagian dari keuntungan karena punya saham. "Bagian dari keuntungan ini diperoleh dari mana? Struktur yang kita bikin sekarang untuk menghindari supaya (BUMNU) tidak jatuh menjadi milik pribadi. Kita bentuk koperasi yang anggotanya adalah pengurus dan warga NU. Kita buat terbuka. Jadi ada perkumpulan NU dan koperasi," kata Yahya.

"Perkumpulan nanti dapat deviden atas nama perkumpulan dan koperasi dapat pembagian untung berdasarkan saham yang dimiliki. Sehingga tidak mungkin jatuh ke tangan pribadi," kata Yahya.

"Jangan khawatir. Kita bukan sekadar nyari untung minta sana-sini. Bisnis ini. Keluar modal. PBNU ini investasi benar. Bukan sekadar minta sumbangan sana-sini," katanya.

"Soal sewa tanah (lokasi kantor BUMNU), duit berasal dari bisnis dengan keuntungan yang dibagi dengan jelas antara pihak-pihak yang terlibat. Kita berkongsi dengan sejumlah BUMN pangan, berkongsi dengan beberapa BUMN lain," kata Yahya.

Baca Juga:Wanti-wanti Gus Yahya Ke Para Politisi: Safari Ke Pesantren Boleh, Tapi Jangan Pakai Nama NU

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini