Kemarin Ramai Isu KLB PSSI sampai Autopsi Jenazah Korban Tragedi Kanjuruhan

Sejumlah peristiwa ramai menjadi perhatian publik di kawasan Malang Raya dan sekitarnya, Senin (30/10/2022).

Muhammad Taufiq
Selasa, 01 November 2022 | 07:46 WIB
Kemarin Ramai Isu KLB PSSI sampai Autopsi Jenazah Korban Tragedi Kanjuruhan
Ilustrasi KLB PSSI. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp.

SuaraMalang.id - Sejumlah peristiwa ramai menjadi perhatian publik di kawasan Malang Raya dan sekitarnya, Senin (30/10/2022). Mulai dari rencana Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI hingga rencana autopsi jenazah korban Tragedi Kanjuruhan Malang.

Nah, berikut ini peristiwa-peristiwanya:

1. Rencana KLB PSSI

Pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) pemilihan petinggi baru PSSI, yang tadinya dijadwalkan pada November 2023, dipercepat menjadi Maret 2023. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasani Abdulgani, pun menjelaskan alasannya.

Baca Juga:Lapor FIFA, KLB PSSI akan Digelar 18 Maret 2023

"Tekanan pasti ada, tetapi bukan ditekan seperti ditodong pistol," ujar Hasani kepada ANTARA di Jakarta, Senin (31/10/2022). Dia menegaskan bahwa tekanan tersebut bukan datang dari pihak-pihak tertentu, melainkan situasi itu sendiri.

Tragedi Kanjuruhan, yang menewaskan 135 orang dan melukai ratusan lainnya, membuat PSSI berada di posisi harus bergerak atas nama kemanusiaan. Hal itulah, kata Hasani, yang membuat Exco PSSI memutuskan untuk menggelar KLB pemilihan lebih awal dari waktu normal.

"Sebagai manusia, kami sedih dengan kejadian tersebut. Karena itu, kami (Exco PSSI-red) berpikir, daripada menunggu sampai masa kerja kami habis pada November 2023, lebih baik dipercepat saja biar suasana reda. KLB ini dilakukan untuk kemanusiaan," tutur Hasani.

2. Rencana autopsi jenazah korban Tragedi Kanjuruhan

Setelah sempat dibatalkan, proses autopsi dua korban meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan rencananya akan dilaksanakan pada 5 November 2022.

Baca Juga:PSSI Resmi Lapor ke FIFA: KLB Akan Dihelat 18 Maret 2023

Autopsi tersebut dilakukan untuk mencari penyebab kematian korban dua putri Devi Athok, yang merupakan warga Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini