Penyintas Tragedi Kanjuruhan Alami PTSD, Sulit Tidur hingga Menangis Histeris

Penyintas Tragedi Kanjuruhan mengalami post-traumatic stress disorder (PTSD) atau gangguan stres pascatrauma.

Chandra Iswinarno
Senin, 10 Oktober 2022 | 14:08 WIB
Penyintas Tragedi Kanjuruhan Alami PTSD, Sulit Tidur hingga Menangis Histeris
Suporter sepak bola meletakkan atribut Arema saat mengikuti doa bersama bagi korban Tragedi Kanjuruhan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin (3/10/2022). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/hp.

SuaraMalang.id - Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Cabang Malang Muhamad Salis Yuniardi mengungkapkan, penyintas Tragedi Kanjuruhan mengalami  post-traumatic stress disorder (PTSD) atau gangguan stres pascatrauma.

Gejalanya, yakni pendiam, menangis, sulit tidur dan sulit makan. Dalam sepekan terakhir, posko Layanan Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) rata-rata melayani tiga hingga lima orang.

"Klien hampir semua mengarah pada PTSD, stress akibat kejadian traumatis, dimana mereka melihat langsung, mengalami langsung kejadian , kenangan itu sangat menghantui mereka," ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, ada seorang klien yang tiba-tiba menangis, berteriak dan berlari. Dekan Fakultas Psikologi UMM ini menambahkan, butuh waktu dua hingga tiga minggu untuk menyembuhkan trauma korban atau penyintas.

Baca Juga:Bonek Mania Faiz Al Fikry Meninggal di Tragedi Kanjuruhan: Semoga Ini Korban Terakhir setiap Persebaya Bertanding

Ia melanjutkan, butuh dua tahapan penyembuhan trauma, yakni jangka pendek dan jangka panjang.

"Kami bantu relaksasi, bantu mindset (penyintas) bagaimana bisa berdamai dengan kenangan buruk itu dan fokus ke masa depannya," jelas dia.

Kisah Penyintas Tragedi Kanjuruhan

Sebelumnya, Budi -bukan nama sebenarnya- mendatangi Posko Layanan Psikologi di Universitas Muhammadiyah Malang, pada Minggu (9/10/2022) sekitar pukul 10.00 WIB.

Dengan tersengal-sengal, pria asal Kota Malang ini berusaha menceritakan kengerian malam Tragedi Kanjuruhan.

Baca Juga:Besok Dirut PT LIB Akhmad Hadian Lukita Diperiksa Sebagai Tersangka Kasus Tragedi Kanjuruhan

Budi merupakan satu dari ribuan Aremania -julukan suporter Arema FC- yang mengalami insiden mengerikan pada Sabtu (1/10/2022) lalu. Kala itu, Ia menonton bersama seorang temannya di tribun VIP Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Singo Edan, julukan Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya. Detik-detik menjelang pertandingan berakhir, suasana memanas.

Ia pun memutuskan untuk segera meninggalkan stadion. Namun terjadi antrean di pintu keluar, lantaran banyaknya suporter yang hadir (Tiket pertandingan terjual 42.000 dari kapasitas stadion 45.000), beberapa menit kemudian terdengar ledakan.

"Saya kira petasan, ternyata polisi menembakkan gas air mata ke arah tribun," ujarnya.

Ia mendengar sedikitnya ada lima kali letupan dari senjata pelontar granat gas air mata.

Lantaran suasana kian kacau, Ia memutuskan untuk bertahan di tribun VIP. Sekitar dua jam kemudian saat suasana kekacauan mereda, Ia keluar ke arah parkiran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini