Cerita Aremania Probolinggo Selamat Tragedi Kanjuruhan: Sebelum Ada Gas Air Mata Sudah Ada Pukulan Aparat

Seorang penyintas tragedi Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022) lalu menceritakan pengalamannya saat berusaha keluar dari kepulan asap gas air mata yang memenuhi tribun.

Muhammad Taufiq
Rabu, 05 Oktober 2022 | 15:25 WIB
Cerita Aremania Probolinggo Selamat Tragedi Kanjuruhan: Sebelum Ada Gas Air Mata Sudah Ada Pukulan Aparat
Lilin dan doa bersama untuk koban Tragedi Kanjuruhan dari Banyuwangi [SuaraMalang/Achmad Hafid Nurhabibi]

Reza juga sempat melihat seorang ibu yang terjebak sambil menggendong anaknya yang masih bayi.

"Di depan saya sendiri, saya melihat seorang ibu bawa anak balita berumur sekitar 1,5 bulan. Masih digendong," ujarnya.

"Anak saya sudah tidak bernafas, anak saya sudah tidak bernafas, anakku wes mati (anakku sudah mati). Bilangnya seperti itu," lanjut Reza menirukan kalimat ibu tersebut.

Ibu tersebut kemudian pingsan dan ditahan oleh aremania lain.

Baca Juga:Usut Kekerasan Prajurit TNI di Stadion Kanjuruhan, Panglima TNI: Kini Unsur Pimpinan Sedang Diperiksa

Reza juga sempat meminta massa dari atas agar ditahan sampai ibu tersebut keluar.

Namun, dalam waktu bersamaan, luncuran gas air mata lainnya datang. Gas air mata itu terkena tiang, kemudian air dan asapnya turun ke tribun.

Saat itulah, Reza mulai merasa gelap dan sesak nafas. Diduga, saat itu Reza mengalami pingsan.

Ia mendapat info dari temannya jika saat itu tubuhnya sudah kejang-kejang.

"Info dari teman, mata saya sudah putih, dan tubuhnya kejang-kejang, tidak sadar. Telinga sudah tidak berfungsi, hanya mendengar suara bising," ungkapnya.

Baca Juga:Dunia Soroti Tragedi Kanjuruhan, Mulai dari Legenda Sepak Bola Pele hingga Paus Fransiskus

Menurut cerita temannya, Reza sempat diberikan oksigen dan dadanya dipompa secara manual oleh petugas medis yang ada di lokasi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini