Tragedi Kanjuruhan Malang: Pergi Boncengan, Pulang Ngawal Ambulans

Alfan Hafiz Mualizar hanya bisa tertunduk dan terus menangis di depan ruang jenazah RSUD Kanjuruan Kepanjen Malang.

Muhammad Taufiq
Minggu, 02 Oktober 2022 | 16:46 WIB
Tragedi Kanjuruhan Malang: Pergi Boncengan, Pulang Ngawal Ambulans
Kisah tragis salah satu korban tewas dalam tragedi di Kanjuruhan Malang [SuaraJatim/Yuliharto Simon]

SuaraMalang.id - Alfan Hafiz Mualizar hanya bisa tertunduk dan terus menangis di depan ruang jenazah RSUD Kanjuruan Kepanjen Malang. Di situ ia menunggu administrasi untuk pemulangan jenazah sang sahabat Ahmad Huzein Rahmadani selesai. Lalu, akan dibawa ke kediamannya di Tulungagung.

Huzein adalah salah satu korban jiwa dalam tragedi di stadion Kanjuruan Malang, malam tadi (1/10/2022). Kostum yang Alfan gunakan itu masih sama dengan pakaian yang digunakan saat perjalanan dari Tulungagung ke Kabupaten Malang. Jaket putih dengan bawahan jeans. Serta sepatu kets.

Ia pun masih belum menerima musibah yang dialaminya. Kemarin ia berboncengan dengan Huzein menggunakan sepeda motor. Kini, ia harus mengantarkan sahabat satu kelasnya di SMK 3 Boyolangu, dalam kondisi tak bernyawa. Itu juga, dibawa menggunakan kantong jenazah berwarna orange.

Tak ada firasat apapun sepanjang perjalanan tiga jam menuju stadion Kanjuruhan Malang itu. Sepanjang perjalanan, ia hanya bercanda gurau dengan teman baiknya itu. Tanpa ia sadari, itulah kebersamaan mereka terakhir kali.

Baca Juga:Sergio Ramos, Liverpool, Arsenal dan Mancity Ucapkan Duka Mendalam Atas Tragedi Kanjuruhan Malang

"Kemarin itu kami berangkat 12 orang. Saya goncengan dengan almarhum. Kalau saya, biasa saja. Tidak ada tanda-tanda apapun ia (Huzein) akan berpulang," katanya saat ditemui awak media di depan ruang jenazah, Minggu 2 Oktober 2022.

Setibanya 12 remaja itu di stadion, mereka langsung masuk ke tribun 12. Posisi mereka ketika itu berada di tengah. "Awalnya pertandingan tidak terjadi apa-apa. Kejadian itu kan saat pertandingan selesai," ucapnya.

Ketika, polisi membabi buta menembakkan gas air mata, semua penonton sangat panik. Berusaha keluar dari stadion. Hanya saja, karena sangat padat, akhirnya susah untuk keluar. Di momen itu, 12 sekawan itu berpisah. Mereka berusaha menyelamatkan diri masing-masing.

"Karena saya sudah gak kuat, saya langsung naik ke atas tribun. Saya cari Huzein tapi tidak ketemu. Saya juga sampai cari ke rumah sakit dan klinik sampai jam 04.00 Wib tetap tidak ada," ucapnya.

Beberapa jam kemudian, ia mendapat informasi jika sahabatnya itu telah meninggal dunia. Jenazahnya berada di RSUD Kanjuruan Kepanjen. Ia dan teman-temannya pun langsung mendatangi tempat tersebut. Setibanya di sana, sudah ada ibu Huzein mengurus administrasi.

Baca Juga:Tragedi Kanjuruhan Jadi Sorotan Dunia, Pengamat Prediksi Liga 1 Musim Ini Tak Bakal Lanjut

Setelah semua administrasi selesai, jenazah itu langsung dibawa ke rumah Huzein di Desa Junjung, Kecamatan Sumber Gempol, Kabupaten Tulungagung. "Kami semua akan langsung menemani sampai rumah Huzein," ucapnya.

Direktur RSUD Kanjuruan Kepanjen Malang Bobi Prabowo mengatakan, korban yang datang di rumah sakit itu sebanyak 93 orang. Serta yang dinyatakan meninggal dunia sebanyak 21 orang. "Tadi pagi paling banyak pasien yang dirujuk ke kami," katanya.

Namun, sebagian besar korab yang dirawat itu sudah pulang. Kini, tinggal sembilan orang yang masih dalam perawatan. "Korban yang dirawat ada dua yang sudah masuk di ICU. Sisanya ada di IGD," ucapnya.

Kontributor : Yuliharto Simon Christian Yeremia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak