Petani Jember Bagikan Tomat Gratis ke DPRD Sebab Harga Anjlok Beberapa Pekan Ini

Harga tomat dari petani di Jember anjlok dalam beberapa pekan terakhir ini. Kondisi itu tentu memukul mereka.

Muhammad Taufiq
Senin, 19 September 2022 | 15:27 WIB
Petani Jember Bagikan Tomat Gratis ke DPRD Sebab Harga Anjlok Beberapa Pekan Ini
Petani bagi-bagi tomat di gedung DPRD Jember [Foto: ANTARA]

SuaraMalang.id - Harga tomat dari petani di Jember anjlok dalam beberapa pekan terakhir ini. Kondisi itu tentu memukul mereka. Apalagi harga barang-barang sekarang naik imbas dari kenaikan harga BBM.

Karena harga tomat jeblok itu, para petani ini merugi. Hasil penjualan tidak menutup biaya operasional dan produksi. Untuk menyuarakan keluhan mereka ini, para petani yang tergabung dalam Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) itu menggelar aksi.

Para petani ini membagi-bagikan tomat secara gratis ke DPRD Jember dan Sektretariat Dewan. Aksi bagi-bagi tomat gratis itu dilakukan Ketua HKTI Jember Jumantoro dengan membawa sekeranjang tomat.

"Saya membagikan tomat gratis di DPRD agar wakil rakyat bisa menyampaikan aspirasi petani yang semakin terpuruk kepada pemerintah," katanya dikutip dari Antara, Senin (19/09/2022).

Baca Juga:Harga Tomat Anjlok, Petani Bagikan Hasil Panen ke Warga dan DPRD Secara Gratis

Menurutnya harga tomat di tingkat petani berkisar Rp 500 hingga Rp 1.000 per kilogram, sehingga petani merugi dengan kondisi tersebut karena harga jualnya sangat rendah dan tidak mampu menutup biaya produksi yang tidak bisa ditekan.

"Sebenarnya petani tidak berharap mendapatkan untung banyak untuk komoditas tomat, namun dengan harga jual seperti itu maka petani menjadi buntung dan sangat merugi," tuturnya.

Ia berharap pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah memberikan solusi hingga kebijakan yang berpihak kepada petani di tengah kenaikan harga BBM dan pencabutan subsidi beberapa jenis pupuk atas anjloknya komoditas pangan itu.

"Kami berharap pemerintah peduli dengan nasib petani dan anggota dewan juga peka terhadap kondisi sektor pertanian di Jember dan bisa membela petani," katanya.

Jumantoro mengatakan biaya produksi pertanian dan tenaga kerja tentu naik di tengah kenaikan harga BBM, namun harga jual sejumlah komoditas pangan terjun bebas yang menyebabkan petani merugi.

Baca Juga:Bareng Pendekar PSHT, Bupati Jember Bersihkan Sampah di Rambipuji

"Mudah mudahan aspirasi petani didengar oleh wakil rakyat baik di pusat maupun daerah," katanya.

Sebagian petani, lanjut dia, enggan memanen tomat dan dibiarkan saja karena untuk memanen, petani harus mengeluarkan biaya untuk tenaga kerja yang memetik tomat.

"Kami berharap ada intervensi dari pemerintah untuk mendongkrak harga tomat demi membantu kesejahteraan petani. Kalau dibiarkan terus harga tomat terjun bebas, maka petani semakin terpuruk," ujarnya.

Pantauan di sejumlah pasar tradisional Jember tercatat harga tomat di pasaran Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per kilogram, padahal sebelumnya harga tomat di kisaran Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu per kilogram.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini