SuaraMalang.id - Kepolisian Resor Probolinggo menyelidiki insiden putusnya jembatan gantung dan melukai puluhan siswa, pada Jumat (9/9/2022). Garis polisi telah terpasang di lokasi kejadian.
Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, penyelidikan dimulai dengan tahapan pemeriksaan saksi dan korban.
“Tentunya kami akan mengambil langkah-langkah, seperti melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan korban di lokasi. Satreskrim akan melakukan penyelidikan terkait struktur jembatan ini,” ujarnya mengutip dari Timesindonesia.co.id jejaring Suara.com, Jumat.
“Tentunya juga ada hal-hal yang perlu kita dalami, dan apa bila nanti ditemukan unsur pidana, maka akan kami sampaikan secara terbuka,” sambungnya.
Baca Juga:Jembatan Gantung di Probolinggo Terputus, Puluhan Siswa SMP Terjatuh
Dugaan sementara, lanjut Arsya, besi penyanggah jembatan terputus karena kelebihan beban.
Pihak kepolisian kata Arsya, akan menggandeng pihak TNI akan melakukan pendataan jembatan jembatan di Kabupaten Probolinggo, yang kondisinya tidak layak, dengan melakukan pemberitahuan atau imbauan kepada para penggunanya.
Sebuah jembatan gantung di Dusun Krajan, Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, ambruk. Jembatan yang diperkirakan sepanjang 50 meter itu ambruk setelah dilewati oleh ratusan siswa dan siswi SMPN I Pajarakan, saat menggelar jalat sehat, pada Jumat (9/9/2022) pagi. Akibat kejadian itu, puluhan siswa harus dirawat di rumah sakit. (*)