facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Krisis Sri Lanka, Presiden Gotabaya Rajapaksa Minta Bantuan Rusia

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Kamis, 07 Juli 2022 | 07:00 WIB

Krisis Sri Lanka, Presiden Gotabaya Rajapaksa Minta Bantuan Rusia
Ilustrasi Warga Sri Lanka (Pixabay)

Presiden Sri Lanka minta bantuan Putin untuk impor bahan bakar.

SuaraMalang.id - Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membantu negaranya yang sedang kekurangan uang itu.

Gotabaya Rajapaksa meminta Putin mengimpor bahan bakar di saat negaranya berjibaku dengan krisis ekonomi terburuk dalam tujuh dekade.

"(Saya) telah melakukan telecon yang sangat produktif dengan Presiden #Rusia, Vladimir Putin," kata Gotabaya Rajapaksa dalam cuitannya di Twitter, Rabu (6/7/2022).

Sri Lanka telah berjuang untuk mengimpor bahkan kebutuhan pokok, di tengah kekurangan devisa karena kesalahan dalam pengurusan ekonomi dan dampak krisis COVID-19, yang kemudian menyebabkan kekurangan obat-obatan, makanan, dan bahan bakar yang parah.

Baca Juga: Pemerintah Didesak Terima Tawaran Vladimir Putin: Proyek PLTN 2040 Bikin Indonesia Tertinggal

Dia menambahkan bahwa pihaknya telah meminta dukungan kredit dari Rusia untuk mengimpor bahan bakar.

Dengan stok bensin dan solar yang hampir habis, Sri Lanka telah memperpanjang penutupan sekolah di seluruh negeri dan meminta pegawai negeri untuk bekerja dari rumah.

Sri Lanka telah membeli minyak dari Rusia untuk mengatasi krisis, dan pemerintah telah mengindikasikan bersedia untuk melakukan pembelian lebih lanjut.

"Kami dengan suara bulat sepakat bahwa memperkuat hubungan bilateral di sektor-sektor seperti pariwisata, perdagangan & budaya adalah yang terpenting dalam memperkuat persahabatan yang dimiliki kedua negara," kata Rajapaksa.

Dukungan Pariwisata

Baca Juga: Model Ini Berakhir Tewas Karena Rudal Setelah Jadi Tentara dan Bantu Ukraina

Sri Lanka juga akan mengadakan road show di lima kota di India untuk menarik lebih banyak pengunjung dari tetangga utaranya yang padat untuk membawa masuk lebih banyak mata uang asing, kata Menteri Pariwisata Harin Fernando.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait