Ketua AJI: Serangan Terhadap Jurnalis Sekarang Ini Telah Berkembang Jadi Serangan Digital

Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia Sasmito Madrim. Ia mengatakan ancaman terhadap jurnalis berkembang menjadi serangan digital.

Muhammad Taufiq
Rabu, 18 Mei 2022 | 17:59 WIB
Ketua AJI: Serangan Terhadap Jurnalis Sekarang Ini Telah Berkembang Jadi Serangan Digital
Ilustrasi Jurnalis [shutterstock]

"Kemudian, memperkuat keamanan jurnalis dan membangun kerja sama dengan laboratorium digital. AJI belum ada SDM yang paham mengenai digital forensik, padahal digital forensik itu dibutuhkan untuk menemukan siapa pelaku dari serangan digital," kata dia.

Menurut data AJI, jumlah kasus kekerasan terhadap jurnalis yang tercatat sejak 1 Januari hingga 25 Desember 2021 mencapai 43 kasus.

Jenis kekerasan paling banyak berupa teror dan intimidasi (9 kasus), kekerasan fisik (7 kasus) dan pelarangan liputan (7 kasus).

AJI juga mencatat masih terjadi serangan digital sebanyak 5 kasus, ancaman 5 kasus dan penuntutan hukum, baik secara pidana maupun perdata, 4 kasus.

Baca Juga:Ada 14 Titik Panas di Kaltim yang Terdeteksi BMKG: Langsung Kami Sampaikan ke Kabupaten Masing-masing

Dari sisi pelaku kekerasan, polisi menempati urutan pertama dengan 12 kasus, kemudian orang tidak dikenal 10 kasus, aparat pemerintah 8 kasus, warga 4 kasus dan pekerja profesional 3 kasus.

Sementara itu, perusahaan, TNI, jaksa dan organisasi kemasyarakatan masing-masing 1 kasus. ANTARA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini