facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Usaha Fesyen Panen Untung Ramadhan Kemarin, Lalu Setelahnya? Ini Tips Mengelola Keuangan Bisnisnya

Muhammad Taufiq Senin, 16 Mei 2022 | 08:35 WIB

Usaha Fesyen Panen Untung Ramadhan Kemarin, Lalu Setelahnya? Ini Tips Mengelola Keuangan Bisnisnya
Ilustrasi hijab. (Dok: Instagram/maula.hijab)

Ramadhan hingga Lebaran 2022 kemarin menjadi berkah tersendiri bagi para pengusaha fesyen di tanah air. Mereka panen untung sebab orderan baju melejit.

SuaraMalang.id - Ramadhan hingga Lebaran 2022 kemarin menjadi berkah tersendiri bagi para pengusaha fesyen di tanah air. Mereka panen untung sebab orderan baju melejit.

Lalu bagaimana kondisi keuangan bisnis setelah Lebaran? Pelaku usaha perlu tetap mengantisipasi penurunan omzet penjualan setelah hari raya, baik dalam jumlah kecil maupun besar.

Sebab, lonjakan permintaan selama Ramadan hingga jelang lebaran merupakan dampak dari perubahan kebutuhan masyarakat. Sedangkan kebutuhan usai Idul Fitri umumnya kembali seperti semula.

Head of Commerce Zilingo Indonesia Kang Ay Lie menuturkan tips agar bisnis yang sudah berkembang bisa bertahan setelah transaksi melonjak saat momen Ramadhan dan lebaran, dikutip dari siaran resmi, Senin.

Baca Juga: 5 Langkah Mudah Memulai Bisnis Fesyen di Tahun 2022

Kelola keuangan secara bijak

Omzet penjualan yang naik signifikan sebaiknya dilihat sebagai akselerasi dalam perkembangan usaha Anda. Lonjakan permintaan seperti saat jelang hari raya tidak datang sepanjang tahun.

Jika usaha Anda telah sukses memanfaatkan momen Ramadan hingga jelang lebaran untuk mendulang keuntungan, maka mulailah mengelola hasil penjualan dengan bijak. Sehingga Anda tidak perlu khawatir jika omzet menurun setelah hari raya berakhir.

Keuntungan selama Ramadhan bisa dialokasikan ke berbagai kebutuhan bisnis, seperti pembayaran biaya operasional hingga dana darurat.

Lunasi pinjaman modal

Baca Juga: Yakin Usaha Sukses, Ini 5 Langkah Mulai Bisnis Fesyen di Tahun 2022

Dalam menjalankan usaha, tidak jarang pemilik usaha perlu mengajukan pinjaman modal untuk mendukung operasional bisnisnya. Hal ini sah-sah saja selama dana yang dipinjam menjadi utang yang produktif.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait