facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wakil Bupati Lumajang Redam Kepanikan Warga Berbondong-bondong Jual Murah Sapi Gegara Wabah PMK

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Sabtu, 14 Mei 2022 | 12:53 WIB

Wakil Bupati Lumajang Redam Kepanikan Warga Berbondong-bondong Jual Murah Sapi Gegara Wabah PMK
Ilustrasi Sapi. [Antara]

Panik dengan kondisi wabah PMK ini, sejumlah peternak terpaksa memilih jalan pintas dengan menjual ternak mereka yang sakit.

SuaraMalang.id - Merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang makin merajalela di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur kian membuat para peternak panik dan khawatir. Bahkan, tak sedikit yang memutuskan untuk menjual ternak mereka dengan harga murah.

Seperti diketahui, saat ini tingkat penyebaran wabah PMK tampak makin tak terbendung. 

Panik dengan kondisi wabah PMK ini, sejumlah peternak terpaksa memilih jalan pintas dengan menjual ternak mereka yang sakit dengan konsekuensi harga murah.

Melihat hal tersebut, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar mengatakan agar para peternak jangan panik hingga berkeinginan menjual sapi dengan harga murah.

Baca Juga: Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati soal Wabah PMK pada Ratusan Ternak: Kita Coba Ambil Tindakan Cepat

Ia meminta agar peternak menghubungi petugas kesehatan hewan jika merasa sapi peliharaannya sakit.

Hal itu Indah ungkapkan di depan para peternak.

"Menghubungi petugas kesehatan hewan yang ada di kecamatan masing-masing. Jadi kalau ada yang membeli sapi kemudian menyatakan sapi panjenengan sakit, periksakan dulu, jangan panik, jangan dijual murah," ujarnya seperti dikutip dari akun instagram @lumajangsatu.

Ia mengungkapkan, pemeriksaan hewan tersebut tidak dipungut biaya alias gratis.

"Petugas kami siap melayani, panjenengan boleh konsultasi, boleh memeriksakan sapinya gratis, tidak berbayar," lanjutnya.

Baca Juga: Apakah PMK pada Hewan Ternak Menular ke Manusia? Ini Kata Dokter Hewan

Unggahan tersebut kemudian mendapat sejumlah respon dari warganet.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait