"Air tidak boleh dihadang, tapi diarahkan. Sekarang sudah terbentuk saluran baru, ini akan berulang setiap tahun. Tinggal tergantung volume airnya saja. Pemkab Jember dan Pemprov akan menbuat desain baru lagi," katanya
"Kami berharap penanganan di hulu jadi proyek nasional. Penanganan bencana nasional yang itu kolaborasi Pemkab Jember, Pemprov, dan pemerintah pusat. Karena ini menyangkut biaya cukup besar dan penelitian yang komprehensif. Selama bertahun-tahun sungai ini jadi langganan warga Jember. Wes wayahe men-treatment hulu," kata Hendy.
Perbaikan hulu dilakukan dengan menggunakan sistem tangkap dan pembagi air dan reboisasi. Menurut Hendy, banyak pohon dan tanaman yang tumbang karena dihajar batu-batu yang mengalir bersama derasnya air.
Hendy mengatakan, penanganan hulu butuh waktu lama. Ia meminta warga agar tak menanami sempadan sungai.
Baca Juga:Bupati Jember Pecat Empat Kepala Desa Akibat Terjerat Hukum Kasus Pesta Narkoba
"Banyak lahan tidak ada airnya. Jangan ditanam. Biarkan saja seperti itu," jelasnya.