Puncak Musim Hujan, Warga Malang Diimbau Waspadai Bencana Hidrometeorologi

Saat ini sedang fase puncak musim hujan, yakni periode Januari-Februari. Oleh sebab itu intensitas hujan sedang tinggi-tingginya.

Muhammad Taufiq
Rabu, 19 Januari 2022 | 21:31 WIB
Puncak Musim Hujan, Warga Malang Diimbau Waspadai Bencana Hidrometeorologi
Ilustrasi hujan (Pixabay/Fiexel 2013)

SuaraMalang.id - Saat ini sedang fase puncak musim hujan, yakni periode Januari-Februari. Oleh sebab itu intensitas hujan sedang tinggi-tingginya.

Hal ini disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Badan otoritas cuaca itu mengimbau masyarakat, khususnya di daerah Malang agar mewaspadai bencana, terutama yang dekat dengan pohon besar, tebing, dan sungai.

Hal itu karena BMKG memprediksi cuaca ekstrem bakal berlangsung hingga Februari 2022 mendatang. Seperti disampaikan Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Malang, Linda Fitrotul.

Linda mengatakan, pada kurun waktu ini merupakan puncak musim hujan. Sehingga kerap dijumpai hujan yang turun disertai butiran es.

Baca Juga:Jeda Kompetisi Liga 1, Arema FC Bagi Tim Latihan di Malang dan Bali

"Perkiraan kondisi ini akan kembali melanda pada akhir Maret 2022 mendatang. Jadi kami berharap masyarakat lebih berhati-hati," ujarnya seperti dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Rabu (19/01/2022).

"Karena pada masa ini fenomena bencana hidrometerologi seperti hujan lebat, petir, hujan es, puting beliung, angin kencang akan rawan terjadi," katanya menambahkan.

Penyebab cuaca ekstrem ini diakui dipicu oleh peningkatan aktifitas dinamika atmosfer seperti ITCZ (intertropical convergance zone), yakni pertemuan dua massa udara di sekitar kawasan tropis dari utara dan selatan bumi.

"Dinamika ini menyebabkan massa udara naik dan membentuk awan konvektif yang berpotensi mengakibatkan hujan yang disertai petir dan angin kencang," ujarnya.

Selain itu, Ia melanjutkan, juga ada fenomena lain yang mendukung seperti gelombang kelvin dan rossby equatorial. Apalagi diperkuat juga adanya pengaruh labilitas udara dalam skala lokal.

Baca Juga:Waspada Hujan Deras dan Angin Kencang di Malang Dampak Cuaca Ekstrem hingga Februari 2022

Terbaru, pada Senin (19/1/2022) kemarin sebanyak 78 rumah dan fasilitas umum terdiri dari 7 desa di kawasan Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang mengalami kerusakan akibat tersapu angin kencang beserta hujan lebat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak