facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Puluhan Ribu Warga Austria Demo Tolak Vaksinasi dan Pembatasan Covid-19

Muhammad Taufiq Minggu, 12 Desember 2021 | 16:41 WIB

Puluhan Ribu Warga Austria Demo Tolak Vaksinasi dan Pembatasan Covid-19
Demonstrasi besar-besaran tolak Vaksinasi di Wina Austria [Foto: ANTARA]

Penolakan terhadap vaksinasi Covid-19 dan pembatasan aktifitas masyarakat ternyata juga terjadi di Eropa.

SuaraMalang.id - Penolakan terhadap vaksinasi Covid-19 dan pembatasan aktifitas masyarakat ternyata juga terjadi di Eropa. Puluhan ribu warga Austria menggelar demo besar-besaran kemarin, Sabtu (11/12/2021).

Demo gede-gedea ini dikawal sekitar 1.400 polisi. Dalam laporannya, sekitar 44.000 massa menggelar demonstrasi di Wina, Ibu Kota Austria tersebut.

Polisi menyebutkan tiga orang ditangkap karena menggunakan kembang api dan mengabaikan protokol kesehatan dengan tidak memakai masker.

Wartawan yang meliput aksi tersebut, yang dimulai di alun-alun Heldenplatz, diserang dengan bola salju dan es. Satu wartawan menjadi korban penyerangan, kata polisi.

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 Bagi Anak di Jakarta Akan Dilakukan Pekan Depan

Pemimpin Partai Kebebasan Austria sayap kanan Herbert Kickl, yang mengkritik penanganan pandemi oleh pemerintah, melakukan orasi.

Ia mengatakan masyarakat tidak menyadari bahwa mereka sedang "didepak" oleh pemerintah. Menurut dia, protes akan terus berlanjut.

Secara terpisah, massa dari sekitar 2.500 pengunjuk rasa juga menentang pembatasan COVID di Klagenfurt dan 150 orang berdemonstrasi di Linz.

Austria menjadi negara pertama di Eropa Barat yang melanjutkan penguncian COVID-19. Otoritas akan mewajibkan vaksinasi COVID-19 mulai Februari mendatang.

Massa di Wina yang membawa spanduk bertuliskan "Tidak untuk vaksinasi wajib" dan "Lepaskan anak-anak kami" meneriakkan "Kami adalah rakyat" dan "perlawanan".

Baca Juga: Sasar Vaksinasi Warga Perbatasan Kulon Progo-Purworejo, BIN DIY Alami Kendala Ini

Negara berpenduduk 8,9 juta orang itu melaporkan 1,2 juta kasus dan 13.000 lebih kematian COVID-19 sejak pandemi melanda awal tahun lalu. ANTARA

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait