alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Awan Panas Gunung Semeru Terjang Tanaman Warga Supiturang, 20 Hektare Rusak Semua

Muhammad Taufiq Rabu, 08 Desember 2021 | 20:24 WIB

Awan Panas Gunung Semeru Terjang Tanaman Warga Supiturang, 20 Hektare Rusak Semua
Pemandangan lahan pertanian warga yang rusak parah [Foto: ANTARA]

Sekitar 20 hektare lahan warga Desa Supiturang Kabupaten Lumajang Jawa Timur ( Jatim ) rusak diterjang awan panas dari Gunung Semeru, Sabtu (04/12/2021).

SuaraMalang.id - Sekitar 20 hektare lahan warga Desa Supiturang Kabupaten Lumajang Jawa Timur ( Jatim ) rusak diterjang awan panas dari Gunung Semeru, Sabtu (04/12/2021).

Seperti disampaikan Kepala Desa Supiturang Nurul Yaqin Pribadi. Ia mengatakan dari total luas lahan pertanian 57 hektare di wilayah tersebut, 20 hektare lahan hancur akibat diterjang awan panas guguran (APG) dan material vulkanik.

Ia menambahkan, sebelum terjadi letusan Gunung Semeru tersebut, pada areal persawahan di Dusun Sumbersari Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo, mengalir Sungai Umbulan yang hanya memiliki lebar 1,5 meter. Namun kini sungai telah hilang.

"Total areal persawahan seluas 57 hektare, yang terdampak 20 hektare atau hampir separuhnya," katanya, seperti dikutip dari Antara, Rabu (08/12/2021).

Baca Juga: 7 Korban Bencana Semeru Berhasil Diidentifikasi Tim DVI Mabes Polri, Ini Nama-namanya

"Di situ ada sungai, tapi tidak lebar, hanya sekitar 1,5 meter. Itu Sungai Umbulan. Setelah dialiri lahar jadi besar, lebarnya kini mencapai ratusan meter," katanya.

Ia menambahkan, lahan pertanian seluas 20 hektare yang rusak tersebut, seluruhnya memiliki sertifikat tanah. Ada kurang lebih 50 orang yang memiliki areal tersebut. Ke depan, para pemilik lahan itu berkeinginan untuk tetap bisa mengelola material vulkanik pada bekas lahan pertanian.

"Ke depan, saat sudah dingin, akan dikelola oleh masyarakat. Itu keinginan mereka, supaya bisa mendapatkan hasil atau ada ganti dari yang awalnya lahan pertanian," ujarnya.

Saat ini, Pemerintah Desa Supiturang masih terus melakukan pendataan terkait dampak kerusakan akibat letusan Gunung Semeru itu. Pendataan akan dilakukan dari rumah ke rumah, termasuk pada tempat-tempat pengungsian.

Gunung Semeru mengeluarkan awan panas pada 4 Desember 2021 yang mengarah ke Besuk Kobokan, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, kurang lebih pada pukul 15.20 WIB.

Baca Juga: Minta Dipeluk dan Diusap Kepala Malam Hari, Suami Rumini Tak Menyangka Jadi yang Terakhir

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 10.30 WIB, ada 34 orang dilaorkan meninggal dunia, 82 luka ringan dan 26 orang luka berat. Selain itu, 16 orang hingga saat ini masih dalam pencarian. ANTARA

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait