facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cerita Saksi Keganasan Erupsi Gunung Semeru: Gelap, Hujan Abu, Kami Lari

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Minggu, 05 Desember 2021 | 10:16 WIB

Cerita Saksi Keganasan Erupsi Gunung Semeru: Gelap, Hujan Abu, Kami Lari
Salah satu warung di Pronojiwo, Kabupaten Lumajang tertutup abu vulkanik erupsi Gunung Semeru, Minggu (5/12/2021). [Suara.com/Bob Bimantara Leander]

Pegawai di warung yang lokasinya persis samping jembatan Perak Lumajang ini menuturkan detik-detik kengerian dampak letusan Gunung Semeru.

SuaraMalang.id - Jembatan Perak atau Gladak Perak, Pronojiwo, Kabupaten Lumajang ambruk diterjang erupsi Gunung Semeru, Sabtu (4/12/2021). Sejumlah warga di dekat lokasi kejadian panik menyelamatkan diri, termasuk Nur Hasanah (29).

Pegawai di warung yang lokasinya persis samping jembatan ini menuturkan detik-detik kengerian dampak letusan Gunung Semeru.

Dijelaskannya, kala itu di warung ada empat orang pelanggan.

"Waktu itu ada mas dan mbak saya, dan juga empat pelanggan," kata dia di lokasi, Minggu (5/12/2021).

Baca Juga: Kondisi Lumajang Pascaerupsi Gunung Semeru

Mendadak sore itu gelap seperti malam, disusul gerimis. Kemudian berlanjut hujan abu yang kian deras. Panik, Nur dan seluruh pengunjung warung bergegas lari menyelamatkan diri.

"Gak ada yang mikir apa dan bawa apa-apa. Sepeda motor ada empat ditinggal semua. Kami lari ke atas" ujar dia.

Beberapa saat kemudian, dilihatnya Jembatan Perak telah ambruk.

"Kaget jembatan putus dan warung saya ini sudah tertutup (abu vulkanik) semua," imbuhnya.

Sementara itu, dari pantauan wartawan hujan abu masib terjadi di sekitar jembatan. Warga pun masih terlihat mengabadikan putusnya jembatan yang merupakan akses satu-satunya jalan Malang - Lumajang itu.

Baca Juga: Kondisi Terkini Pasca Erupsi Gunung Semeru, Perkampungan Tertimbun Abu Setinggi Atap

Berdasarkan informasi yang dihimpun, hingga kini pun arus listrik masih tidak ada di sekitar lokasi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait