Hati-hati! Orang Obesitas Berpotensi Alami Gagal Jantung dan Tidur Mendengkur

Buat orang dengan berat badan berlebih (obesitas), ada sejumlah masalah kesehatan yang mengancam bila tidak hati-hati.

Muhammad Taufiq
Jum'at, 19 November 2021 | 19:49 WIB
Hati-hati! Orang Obesitas Berpotensi Alami Gagal Jantung dan Tidur Mendengkur
Ilustrasi lelaki mengalami obesitas. (Shutterstock)

SuaraMalang.id - Buat orang dengan berat badan berlebih (obesitas), ada sejumlah masalah kesehatan yang mengancam bila tidak hati-hati.

Dua masalah yang harus diwaspadai yakni mendengkur serta gagal jantung. Hal ini seperti disampaikan para pakar kesehatan.

Misalnya disampaikan dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Niken Ageng Rizki.

Ia mengatakan, lingkar leher dari diameter jalan napas berpengaruh pada munculnya dengkuran. Lingkar leher ini antara lain dipengaruhi obesitas yang dialami seseorang.

Baca Juga:Ilmuwan Jarang Mendiskusikan Kekurangan Berat Badan dengan Komplikasi Covid-19

Staf Departemen THTKL Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan itu juga mengatakan kalau kelebihan berat badan menyebabkan lebih banyak jaringan berkembang di tenggorokan yang dapat menyebabkan mendengkur.

"Obesitas yang berpengaruh pada lingkar leher dari diameter jalan napas," kata dia, seperti dikutip dari Antara, Jumat (19/11/2021).

Dengkuran atau gangguan bernapas saat tidur terjadi karena ada sumbatan di jalan napas. Suara parau yang muncul akibat getaran udara di langit-langit mulut atau tenggorokan.

Penyebabnya henti napas atau apnea sehingga tubuh tidak menerima oksigen saat tidur akibat ada penutupan jalan napas, menyebabkan getaran pada tenggorokan atau jalan napas.

Sumbatan di hidung, belakang hidung, tenggorokan karena amandel, langit-langit, iritasi asam lambung, pembengkakkan pita suara dan dasar lidah berkontribusi pada kondisi mendengkur.

Baca Juga:Orang Sakit Jantung Ternyata Harus Kurangi Minum Air, Kenapa?

Lebih lanjut, mendengkur termasuk gangguan saat tidur atau Obstructive Sleep Apnea (OSA) dengan angka kejadian meningkat di usia tua baik itu pada laki-laki maupun perempuan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini