Stres dan Cemas Sering Dianggap Sama Padahal Beda, Ini Perbedaan Mendasarnya

Sama-sama memiliki dampak pada gangguan mental dan fisik, banyak orang menganggap kalau cemas dan stres itu sama. Padahal sebenarnya berbeda.

Muhammad Taufiq
Minggu, 14 November 2021 | 17:56 WIB
Stres dan Cemas Sering Dianggap Sama Padahal Beda, Ini Perbedaan Mendasarnya
Ilustrasi cemas atau khawatir [Shutterstock]

SuaraMalang.id - Sama-sama memiliki dampak pada gangguan mental dan fisik, banyak orang menganggap kalau cemas dan stres itu sama. Padahal sebenarnya berbeda.

Para ahli mengatakan, stres sebagian besar berasal dari faktor eksternal. Sedangkan kecemasan (anxiety) lebih internal. Hal ini seperti isampaikan Psikolog klinis India dan pendiri Talk To Me, Narendra Kinger.

Ia mengatakan meskipun seseorang dapat memicu timbulnya stres dari dalam diri sendiri melalui self-talk negatif, sikap pesimis, atau kebutuhan untuk perfeksionisme, namun tetap lebih banyak berasal dari faktor eksternal.

"Terlalu banyak tanggung jawab atau proyek kerja berisiko tinggi biasanya dapat memicu respons stres. Kecemasan, di sisi lain, sebagian besar bersifat internal dan tergantung pada bagaimana Anda bereaksi terhadap stres," ujar Kinger dilansir Indian Express, Minggu (14/11/2021).

Baca Juga:Stres Berdampak pada Kesehatan Tubuh, Kenali Tanda-tandanya

Pada banyak kasus, seseorang yang telah berhasil menghilangkan masih memungkinkan untuk merasa kewalahan atau tertekan. Perasaan inilah yang disebut sebagai kecemasan.

"Ini adalah reaksi atau respons yang berlebihan terhadap situasi tertentu. Jika kekhawatiran dan kesusahan yang Anda rasakan dalam situasi tertentu tidak biasa, berlebihan, atau berlangsung lebih lama daripada kebanyakan orang lain, itu mungkin kecemasan bukan stres," kata Kinger.

Dr Karthiyayini Mahadevan, Kepala Kesehatan dan Kesejahteraan di Columbia Pacific Communities menjelaskan, kecemasan merupakan reaksi psikologis terhadap setiap perubahan yang terjadi. Reaksi ini umumnya muncul dari rasa takut sebagai respons keadaan yang tidak terkondisi atau di luar ekspektasi.

"Reaksi luar biasa terhadap stres membawa kecemasan pada tingkat emosional. Stres sangat penting untuk menjaga percikan kehidupan sementara kecemasan menghabiskan hidup," kata Mahadevan.

Penyebab

Baca Juga:Kelola Stres dengan Empat Cara Ini, Bisa Dimulai dengan Luangkan Waktu

Terkait stres, selalu ada faktor pemicu eksternal. Sedangkan kecemasan tidak perlu ada pemicu, ini akan muncul karena kekhawatiran tentang sesuatu yang dipikirkan terkait dengan yang akan terjadi di masa depan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini