alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Menag Gus Yaqut Sebut Mulai Hari Ini Obat-obatan dan Kosmetik Harus Bersertifikat Halal

Muhammad Taufiq Minggu, 17 Oktober 2021 | 10:25 WIB

Menag Gus Yaqut Sebut Mulai Hari Ini Obat-obatan dan Kosmetik Harus Bersertifikat Halal
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (dokumentasi Kemenag)

Obat-obatan dan kosmetik mulai hari ini harus bersertifikat halal. Hal ini ditegaskan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut.

SuaraMalang.id - Obat-obatan dan kosmetik mulai hari ini harus bersertifikat halal. Hal ini ditegaskan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut.

Sertifikasi halal itu, kata dia, sesuai amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal.

Menurutnya, penahapan itu bertujuan agar kewajiban bersertifikat halal bagi produk sebagaimana ditetapkan regulasi, terlaksana dengan baik dan menghindari potensi kesulitan, khususnya bagi pelaku usaha dalam menjaga keberlangsungan dan pengembangan usahanya.

"Kewajiban bersertifikat halal untuk obat-obatan, kosmetik dan barang gunaan mulai diberlakukan, seiring dimulainya tahap kedua kewajiban bersertifikat halal yakni mulai 17 Oktober 2021 sampai dengan yang terdekat 17 Oktober 2026," ujar Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/10/2021).

Baca Juga: Desa di Bantul Ini Jadi Percontohan Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama

"Cakupan produk dalam Jaminan Produk Halal sangatlah luas, meliputi makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, produk biologi, produk rekayasa genetik, serta barang gunaan yang dipakai, digunakan, atau dimanfaatkan oleh masyarakat. Kebijakan penahapan ini suatu keniscayaan dalam implementasi mandatory sertifikasi halal," katanya.

Kepala BPJPH Kemenag, Muhammad Aqil Irham menambahkan, penahapan kewajiban bersertifikat halal bagi jenis produk secara lebih rinci diatur di dalam PP Nomor 39 Tahun 2021.

Pasal 139 misalnya, mengatur bahwa kewajiban bersertifikat halal bagi jenis produk dilakukan secara bertahap. Penahapan untuk pertama kali terdiri atas (a) produk makanan dan minuman; (b) bahan baku, bahan tambahan pangan, dan bahan penolong untuk produk makanan dan minuman; dan (c) hasil sembelihan dan jasa penyembelihan.

Pasal 140 mengatur bahwa penahapan kewajiban bersertifikat halal bagi produk makanan, minuman, hasil sembelihan, dan jasa penyembelihan dimulai sejak 17 Oktober 2019 sampai 17 Oktober 2024.

Tahap kedua kewajiban bersertifikat halal diatur dalam Pasal 141 PP Nomor 39 Tahun 2021. Penahapan kedua kewajiban bersertifikat halal ini mencakup berbaga jenis produk mulai dari obat tradisional, suplemen kesehatan, obat bebas hingga barang gunaan.

Baca Juga: Minta Kejelasan Soal Nasib Jamaah Haji, Menteri Agama: Akhir Bulan Saya ke Arab Saudi

"Di hari lahir BPJPH ini, saya mengajak semua pihak, baik kementerian/ lembaga, pemda, pelaku usaha, perguruan tinggi, ormas, dan seluruh lapisan masyarakat untuk menyambut penahapan kedua kewajiban bersertifikat halal ini dengan komitmen bersama untuk terus bersinergi mendukung suksesnya penyelenggaraan jaminan produk halal di Indonesia, dengan semboyan Ikhlas Beramal, Kerja Profesional, Hasil Maksimal," kata Aqil Irham.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait