alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Bali, Tiga Warga Dilaporkan Meninggal

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Sabtu, 16 Oktober 2021 | 17:51 WIB

Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Bali, Tiga Warga Dilaporkan Meninggal
ilustrasi gempa. [Envato Elements]

Gempa berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang Bali, Sabtu (16/10/2021) pukul 04.18 Wita. Persisnya pada jarak 8 kilometer Barat Laut Kabupaten Karangasem.

SuaraMalang.id - Gempa berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang Bali, Sabtu (16/10/2021) pukul 04.18 Wita. Persisnya pada jarak 8 kilometer Barat Laut Kabupaten Karangasem.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali melaporkan hingga saat ini ada tiga orang yang meninggal dunia akibat gempa tersebut.

"Ada dua orang yang meninggal dunia di Kabupaten Bangli dan satu orang meninggal dunia dari Kabupaten Karangasem," kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Made Rentin dikonfirmasi dari Denpasar mengutip dari Antara, Sabtu.

Dilaporkan juga ada tujuh orang mengalami patah tulang di Kabupaten Karangasem akibat gempa dengan kedalaman 10 kilometer itu.

Baca Juga: 10 Hotel Murah di Bali Dekat Pantai Kuta, Seminyak dan Sanur

"Informasi yang kami terima hingga pukul 08.15 Wita, di Kabupaten Karangasem itu untuk satu orang yang meninggal dunia masih dalam tahap evakuasi dari reruntuhan bangunan dan tujuh orang yang patah tulang sudah berhasil dievakuasi ke puskesmas terdekat dan RSUD Karangasem," ucapnya.

Renten menambahkan, dua warga meninggal dunia bernama Ni Kadek Wahyuni (25) dan Lionel (8) dampak gempa di wilayah Kabupaten Bangli telah dievakuasi ke puskesmas setempat.

"Empat warga yang sempat tertimbun material bangunan dapat diselamatkan tim SAR, sedangkan empat lainnya berhasil melakukan evakuasi mandiri," ujarnya.

Identitas korban yang selamat, di antaranya Made Mudawati (50), Novitasari (17), Dede Solikin (28), Ni Putu Wahyuni (28), Devina (4) dan seorang bayi berusia delapan bulan.

Untuk di Kabupaten Bangli, ada tiga titik longsoran dari Bukit Abang sehingga menghambat proses evakuasi melalui akses darat. Tim SAR menggunakan akses danau untuk proses evakuasi.

Baca Juga: Viral di Tiktok, Rekaman Pemuda Saat Gempa Bali Jadi Sorotan, Warganet Sebut Ngebug

"BPBD Kabupaten Karangasem dan Bangli masih melakukan pemutakhiran data di lokasi kejadian. Demikian juga dengan data kerusakan masih dalam tahap pendataan BPBD setempat," ujar Rentin yang juga Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Bali itu.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait