alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Terungkap Saat Vaksinasi, 500 Warga Asli Kepanjen Malang Ternyata Belum Punya KTP dan KK

Muhammad Taufiq Minggu, 10 Oktober 2021 | 18:31 WIB

Terungkap Saat Vaksinasi, 500 Warga Asli Kepanjen Malang Ternyata Belum Punya KTP dan KK
Ilustrasi vaksinasi. [Istimewa]

Program vaksinasi yang dilakukan di Kepanjen Kabupaten Malang kemarin membuka sejumlah masalah. Salah satunya persoalan administrasi kependudukan.

SuaraMalang.id - Program vaksinasi yang dilakukan di Kepanjen Kabupaten Malang kemarin membuka sejumlah masalah. Salah satunya persoalan administrasi kependudukan.

Dalam vaksinasi terungkap kalau ada sekitar 500 warga setempat ternyata belum memiliki dokumen administrasi kependudukan (Adminduk) saat akan divaksin.

Akibatnya, sejumlah warga Kepanjen ini sempat mengalami kendala saat akan melakukan vaksin. Proses administrasi pun akhirnya dilakukan dengan cara manual.

Menurut Camat Kepanjen Eko Margianto, dari 500 orang yang terkendala NIK tersebut karena mereka tidak memiliki KTP dan Kartu Keluarga.

Baca Juga: Shandy Purnamasari Ulang Tahun, Potret Wajahnya Jadi Sorotan

Namun demikian, dalam hal ini Margianto melibatkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) dalam pelaksanaan vaksinasi, agar persoalan administrasi kependudukan dapat di selesaikan di lokasi vaksinasi tanpa harus ke kantor Disdukcapil.

"Masyarakat yang terkendala NIK ada 500 orang kurang lebih di Kecamatan Kepanjen, dan mereka sudah menerima vaksin hari ini," kata Margianto, seperti dikutip dari suarajatimpost.com, jejaring media suara.com, pada Minggu, (10/10/2021).

Margianto menargetkan 2.000 dosis vaksin setiap hari harus diterima masyarakatnya di setiap desa dan kelurahan di Kecamatan Kepanjen.

"Terpenting masyarakat menerima vaksin semua. Urusan administrasi bisa disiasati dengan input manual, untuk selanjutnya diurus oleh petugas Dispenduk yang ada di lokasi vaksinasi," katanya.

Sampai saat ini, lanjut Margianto, warga masyarakat Kepanjen yang tervaksin kurang lebih 76 persen atau sekitar 64 ribu orang termasuk 500 orang yang NIK-nya ada masalah tetap menerima vaksin.

Baca Juga: Penanganan Covid-19 di Indonesia Terus Membaik, Kasus Kematian di 15 Provinsi 0 Persen

"Mudah - mudahan program serbuan vaksinasi dan target Pemkab Malang 70 persen tervaksin dapat tercapai," harap Margianto.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait