alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jember Naik ke PPKM Level 3 Akibat Cakupan Vaksinasi Belum 50 Persen

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Selasa, 05 Oktober 2021 | 23:45 WIB

Jember Naik ke PPKM Level 3 Akibat Cakupan Vaksinasi Belum 50 Persen
Ilustrasi vaksinasi di Jember PPKM level 3. [Presisi.co]

Kabupaten Jember naik status PPKM Level 3. Penyebabnya karena cakupan atau capaian vaksinasi Covid-19 masih di bawah target yang ditetapkan pemerintah pusat.

SuaraMalang.id - Kabupaten Jember naik status PPKM Level 3. Penyebabnya karena cakupan atau capaian vaksinasi Covid-19 masih di bawah target yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Pencapaian kita masih belum 50 persen. Vaksinasi total dosis 1 kurang dari 50 persen dan capaian vaksinasi lansia kurang dari 50 persen,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Jember Lilik Lailiyah mengutip dari Beritajatim.com jaringan Suara.com, Selasa (5/10/2021).

Jumlah kasus pasien yang dirawat di rumah sakit sebenarnya rendah. Namun, indikator capaian vaksinasi masih belum memenuhi target.

Namun hingga saat ini, capaian vaksin dosis pertama baru 26,53 persen dari target 1,9 juta penerima vaksin.

Baca Juga: Ealah! Ternyata Masih Ratusan Pegawai Pemkot Batu Belum Vaksin, Bakal Disanksi

“Terpaksa kita harus menerima Jember turun dari level dua ke level tiga,” kata Lilik.

Ia menambahkan, ada empat faktor yang harus diseriusi semua pihak agar capaian vaksinasi bisa 50 persen.

“Pertama, ketersediaan vaksin. Hari ini ketersediaan vaksin kami masih ada 29.054 dosis dan itu semua sudah terjadwal hari ini. Besok baru kami berangkat mengambil vaksin ke provinsi. Alhamdulillah, kami menembus beberapa jalur. Jalur dinas provinsi, jalur TNI yang hari ini kami mendapatkan bantuan lima ribu dosis yang diperuntukkan khusus pekerja di PTPN XII, dan dari Polri kami mendapat lima ribu dosis,” urainya.

Faktor berikutnya, adalah jumlah tenaga vaksinasi atau vaksinator.

“Karena kami percepatan, kami upayakan penambahan vaksinator. Bukan hanya tukang suntik, karena kami perlu juga pencatatan real time ke pusat. Sehingga ada satu tim tersendiri. Kami ada tambahan merekrut relawan. Relawan yang kami tugasi di Isolasi Terpusat, karena sudah tidak ada pasien di sana, kami alihkan jadi vaksinator. Ada lagi tambahan dua klinik PMI dan PPMI yang sebelumnya belum ikut, akan ikut dalam pelaksanaan vaksinator,” kata Lilik.

Baca Juga: Capaian Vaksinasi Pelajar Masih Rendah, Wali Kota Tangsel Beberkan Kendalanya

Kemudian, masih kata Lilik, masih ada beberapa daerah yang minat masyarakatnya untuk vaksinasi rendah.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait