Untuk berkunjung ke Kelenteng Eng An Kiong, kamu bisa menuju Jalan Laksamana Martadinata. Berdiri sejak tahun 1825, klenteng tersebut merupakan kelenteng tertua di Malang. Kamu bisa melihat arsitektur kelenteng yang didominasi warna merah tersebut. Pada momen-momen tertentu, kamu juga bisa melihat beragam atraksi yang ditawarkan dari klenteng, seperti pertunjukan barongsai.
5. Ijen Boulevard
Ijen Boulevard atau Jalan Raya Ijen dikenal sebagai kawasan kota mandiri pada saat pemerintahan Kolonial Belanda. Di kawasan itu, kamu bisa menjelajah komplek perumahan khas Belanda. Di sana, kamu bisa melihat rumah-rumah dengan gaya arsitektur yang klasik. Kamu juga bisa mampir ke Gereja Ijen yang menjadi salah satu gereja tua di Malang.
6. Gereja Kayu Tangan
Baca Juga:Candi Muara Takus, Destinasi Wisata Sejarah di Riau yang Tetap Lestari
Gereja Kayu Tangan atau Gereja Katolik Hati Kudus Yesus berada di Jalan Jenderal Basuki Rachmat. Gereja itu dibangun pada tahun 1905 dengan dua menara setinggi 33 meter. Kamu bisa sekadar melihat atau memotret arsitektur gereja yang sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya tersebut.
7. Kampung Heritage Kayutangan
![kampung heritage Kayutangan, Malang. [instagram @sony_sm]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/09/11/80455-kampung-heritage-kayutangan-malang-instagram-atsony-sm.jpg)
Kampung Heritage Kayutangan merupakan komplek perkampungan yang ada di koridor Kayutangan. Rumah-rumah di komplek perkampungan itu masih banyak yang mempertahankan arsitektur lamanya.
Di sini terdapat struktur cagar budaya yang dibangun sejak 1870 hingga 1920, masih berdiri kokoh hasil upaya konservasi.
Ada sekitar 22 bangunan heritage yang dilestarikan dan masih berfungsi sebagai hunian sekaligus tempat usaha di kawasan ini.
Baca Juga:Wisata Sejarah, Ini Fakta Unik di Balik Bangunan Lawang Sewu Semarang
Pengunjung dan turis dapat melihat bangunan-bangunan tersebut lebih indah dipandang mata, menonjolkan ciri khas kolonial Belanda.