alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mahasiswa UB Malang Rancang Pembalut Berbahan Limbah Agar-agar Bisa Cegah Kanker Serviks

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Sabtu, 11 September 2021 | 11:41 WIB

Mahasiswa UB Malang Rancang Pembalut Berbahan Limbah Agar-agar Bisa Cegah Kanker Serviks
Ilustrasi pembalut cegah kanker serviks. [Pexels/Nataliya Vaitkevich]

Pembalut dari limbah agar-agar buatan mahasiswa Universitas Brawijaya Malang bisa mencegah kanker serviks

SuaraMalang.id - Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang merancang inti penyerap pembalut wanita diklaim bisa mencegah kanker serviks. Bahannya terbuat dari limbah agar-agar.

Kelima mahasiswa UB Malang yang dibimbing oleh Dr. Ir. Anies Chamidah, MP itu adalah Galuh Zhafirah Gafnie, Riska Sulistianti Putri, Rafifa Bunga Jashinta, Nur Amalani Saputri, dan Abdul Gafur.

"Limbah agar-agar memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi, sekitar 27,38 hingga 39,45 persen. Selulosa inilah yang diubah menjadi hidrogel dan dicampurkan dengan kitosan. Kitosan memiliki sifat sebagai antibakteri yang tidak berbau dan tidak berbahaya bagi tubuh," kata Galuh Zhafirah Gafnie di Malang, Jawa Timur mengutip dari Antara, Jumat.

Mahasiswa Universitas Brawijaya meneliti limbah agar agar sebagai bahan baku pembuatan inti penyerap pembalut (ANTARA/HO/UNIVERSITAS BRAWIJAYA/End)
Mahasiswa Universitas Brawijaya meneliti limbah agar agar sebagai bahan baku pembuatan inti penyerap pembalut (ANTARA/HO/UNIVERSITAS BRAWIJAYA/End)

Menurut Galuh, inti penyerap ini memiliki sifat yang ramah lingkungan, karena dibuat dengan memanfaatkan limbah hasil produksi agar-agar dan limbah karapas (kulit) udang, sehingga lebih mudah didegradasi oleh bakteri pengurai.

Baca Juga: Berfaedah Banget! Mahasiswa Brawijaya Malang Bikin Biskuit Anti-mual Ibu Hamil

Selain itu, inti penyerap ini juga aman bagi pengguna, karena terkandung kitosan di dalamnya.

Galuh berharap penelitian yang dilakukan bersama timnya itu dapat menjadi solusi atas keresahan yang terjadi di masyarakat.

Walaupun sudah ada beberapa pembalut alternatif, seperti menstrual cup dan pembalut kain, mayoritas perempuan di Indonesia masih banyak yang menggunakan pembalut pada saat menstruasi.

Namun, penggunaan bahan sintetis seperti dioxin, pewangi dan pemutih yang sering diaplikasikan pada pembalut wanita memiliki efek samping yang kurang baik bagi kesehatan tubuh, salah satuya adalah kanker serviks.

Berdasarkan data dan informasi Kemenkes pada tahun 2015, jumlah penderita penyakit kanker serviks di Indonesia mencapai 98.692 kasus, dimana sebagian besar masih termasuk dalam usia subur. (Antara)

Baca Juga: Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang Ciptakan Sosis Berbahan Ikan Barakuda dan Singkong

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait